kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.176   10,00   0,06%
  • IDX 5.046   -51,74   -1,01%
  • KOMPAS100 650   -5,54   -0,84%
  • LQ45 514   -1,53   -0,30%
  • ISSI 169   -2,05   -1,20%
  • IDX30 289   -0,40   -0,14%
  • IDXHIDIV20 390   1,36   0,35%
  • IDX80 75   -0,49   -0,65%
  • IDXV30 109   1,19   1,11%
  • IDXQ30 98   -0,15   -0,15%

Investor Perhatikan Inflasi dan Bunga, Lelang SBSN Sepi Peminat


Selasa, 18 Oktober 2022 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Selasa (18/10), sepi peminat.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Selasa (18/10), sepi peminat. Penawaran yang masuk dalam lelang sukuk negara cuma sebesar Rp 6,40 triliun atau turun jika dibandingkan lelang sebelumnya sebesar Rp 7,05 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah hanya menyerap Rp 1,89 triliun dari hasil lelang sukuk negara kali ini.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division, Henan Putihrai Asset Management (HP Asset Management) Reza Fahmi Riawan mengatakan penyebab penurunan minat investor di pasar perdana disebabkan tren kenaikan yield obligasi Pemerintah AS yang masih berlanjut awal pekan ini.

Baca Juga: Lelang Sukuk Negara, Selasa (18/10), Pemerintah Sedot Dana Rp 1,89 Triliun

"Sebagian besar investor memperkirakan bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 bp pada pertemuan mendatang," ujar Reza kepada Kontan.co.id, Selasa (18/10).

Reza mengatakan, penawaran lelang SBSN lebih rendah juga karena investor masih harus memperhatikan kenaikan inflasi, kenaikan tingkat suku bunga, dan pelemahan rupiah atas dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×