kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Intip Rekomendasi Saham Semen Indonesia (SMGR) Saat Kinerja di Bawah Ekspektasi


Selasa, 06 September 2022 / 10:46 WIB
Intip Rekomendasi Saham Semen Indonesia (SMGR) Saat Kinerja di Bawah Ekspektasi
ILUSTRASI. Rekomendasi saham Semen Indonesia (SMGR)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan kenaikan laba bersih di semester I-2022. Emiten semen pelat merah ini membukukan laba bersih Rp 828,76 miliar di enam bulan pertama 2022, naik 4,36% dari laba bersih di semester I 2021 yang sebesar Rp 794,12 miliar.

Laba per saham SMGR pun naik menjadi Rp 140 di semester I 2022 dari Rp 134 di semester I 2021.

Kenaikan laba bersih ini terjadi di tengah penurunan pendapatan SMGR. Di mana, perusahaan membukukan pendapatan senilai Rp 15,87 triliun, turun 2,09% dari pendapatan di semester I-2021 sebesar Rp 16,21 triliun.

Dalam laporannya, Selasa (6/9), analis BRI Danareksa Sekuritas Muhammad Naufal menilai, penurunan pendapatan yang terjadi di paruh pertama 2022 sebagai dampak dari kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) dan volume penjualan yang lebih rendah.

Baca Juga: Meski Pendapatan Turun, Laba Bersih Semen Indonesia (SMGR) Mampu Naik 4,36%

Realisasi top line SMGR sedikit di bawah ekspektasi yang mencerminkan 43% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus sebesar 43%.

Naufal mencatat, volume penjualan semen SMGR turun 12% secara tahunan pada semester I-2022. Namun, ASP di periode ini meningkat 10%. Pendapatan untuk produk semen hanya meningkat 2,1% secara tahunan, sedangkan untuk klinker dan ready mix masing-masing turun sebesar 34% dan 4% secara tahunan.

Laba kotor SMGR kontraksi sebesar 3,9% yoy, terutama karena kenaikan biaya bahan bakar dan energi. Namun, tingkat laba kotor masih dapat dikendalikan pada  level 15% yoy karena pengadaan batubara dengan harga domestic market obligation (DMO).

Laba bersih SMGR yang tumbuh sebesar 4,4%  menjadi Rp 829 miliar. Namun, realisasi ini masih di bawah ekspektasi, dengan mencerminkan 32% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan 31% dari estimasi konsensus.

BRI Danareksa Sekuritas masih merekomendasikan beli saham SMGR dengan target harga Rp 11.600 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×