kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Ini Rekomendasi Saham Valuasi Murah Pilihan yang Layak Koleksi di Semester II-2024


Rabu, 10 Juli 2024 / 08:26 WIB
Ini Rekomendasi Saham Valuasi Murah Pilihan yang Layak Koleksi di Semester II-2024
ILUSTRASI. Karyawan perusahaan sekuritas mengamati perdagangan saham di Jakarta, Senin (19/2/2024). (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih di jalur menuju level psikologis 7.300 usai menguat 0,26% ke posisi 7.269,80 pada Selasa (9/7).

Saat IHSG dalam tren naik, para investor masih bisa melirik saham-saham dengan valuasi yang relatif murah. 

Sebagai penyaring untuk memilah saham-saham tersebut, pelaku pasar bisa mencermati konstituen IDX Value30.

Indeks ini mengukur kinerja dari 30 saham yang memiliki valuasi harga yang rendah, dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

Secara year to date, performa IDX Value30 masih menjadi salah satu yang paling unggul dengan kenaikan 2,25%. Namun, investor perlu selektif lantaran laju IDX Value30 sedang terganjal usai terjun 1,15% pada perdagangan kemarin.

Baca Juga: Berikut Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas untuk 10 Juli 2024

Analis Stocknow.id Sinta Dwi Untari mengamati volatilitas yang sempat menerpa IHSG pada bulan Juni membuat investor lebih selektif dalam memilih aset investasi.

Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi kencang, saham-saham dengan valuasi yang relatif murah menjadi pilihan menarik bagi investor.

Daya tariknya adalah potensi upside yang lebih besar ketika kondisi pasar kembali stabil.

"Sentimen ini mendorong peningkatan saham-saham undervalued yang tergabung dalam IDX Value30, sehingga memperkuat kinerja indeks tersebut," kata Sinta kepada Kontan.co.id, Selasa (9/7).

Melihat komposisi konstituen IDX Value30,  pergerakan harga komoditas global baik energi maupun barang baku akan menjadi katalis penting bagi pergerakan indeks ini.

Baca Juga: Ada yang Blue Chip, Inilah Saham Murah di IDX Value30 untuk Investasi

Sinta menaksir prospek di semester II-2024 masih akan positif, meski di bayang-bayangi oleh potensi stagnasi akibat profit taking.

"Investor perlu waspada terhadap potensi koreksi pasar dan mempertimbangkan strategi diversifikasi untuk mengelola risiko yang mungkin timbul akibat aksi taking profit," imbuh Sinta.

CEO Pinnacle Persada Investama Guntur Putra punya pandangan serupa, dimana IDX Value30 mencetak performa yang cukup stabil menghadapi fluktuasi pasar belakangan ini.

"Preferensi investor terhadap saham-saham dengan valuasi masih relatif murah di tengah volatilitas pasar yang tinggi," tutur Guntur.

Jika masih ingin melirik saham-saham di IDX Value30, Guntur menyarankan untuk tetap melakukan evaluasi. Pertimbangannya adalah siklus pasar dapat berubah serta seringkali faktor valuasi tidak selalu bekerja di setiap periode pasar.

Baca Juga: IHSG Dibayangi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham dari Yugen Sekuritas untuk Rabu (10/7)

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto sepakat, investor perlu cermat dalam memilah saham-saham yang dinilai punya valuasi murah.

Sebab, daya tarik dan tren harga saham tidak hanya ditentukan oleh faktor valuasi semata.

Pergerakan harga saham akan turut ditentukan oleh berbagai faktor, seperti momentum teknikal, sentimen sektoral, serta rilis kinerja keuangan emiten tersebut. Oleh sebab itu, tak sedikit saham-saham yang dinilai undervalued namun harga sahamnya cenderung stagnan atau hanya menanjak terbatas.

"Valuasi itu sendiri sifatnya preferensi masing-masing orang. Saham-saham tersebut jadi pilihan pelaku pasar lebih karena momentumnya lagi rebound, maka peminatnya jadi banyak, dan momentum itu banyak sekali bentuknya," terang William.

Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni mengamini, investor tetap harus selektif dalam memilih saham-saham bervaluasi murah, termasuk yang menjadi konstituen IDX Value30.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham BMRI, TOWR, AGRO, dan ESSA untuk Perdagangan Rabu (10/7)

Meski secara indeks, Agung melihat potensi IDX Value30 masih bisa memimpin dibandingkan performa indeks saham lainnya.

Agung mengingatkan, sentimen eksternal juga memegang peranan penting, seperti data-data ekonomi, ekspektasi terhadap sikap less hawkish bank sentral, serta kembalinya capital inflow.

"Ini membuat tingkat risk-apettite investor membaik atau risk tolerance meningkat. Dengan begitu saham-saham large caps atau yang memiliki valuasi murah cenderung diborong," terang Agung.

Di antara konstituen IDX Value30, Agung menyodorkan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) yang masih menarik untuk dikoleksi.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham AALI, MAPI, PWON Untuk Perdagangan Rabu (10/7)

William menyarankan trading buy JSMR, PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).

Cermati peluang buy on weakness BSDE, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Kemudian pertimbangkan taking profit pada PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Sedangkan Sinta menyematkan rekomendasi buy pada saham PGAS (support Rp 1.515 dan resistance Rp 1.700) serta ADRO (support Rp 2.890 dan resistance di Rp 3.100). Saham lain yang dinilai undervalued dan layak dikoleksi adalah BBTN dan PT Astra International Tbk (ASII).

Selanjutnya: Emiten Hermanto Tanoko Semakin Berkibar di Bursa

Menarik Dibaca: APJII Turut Angkat Bicara Terkait Insiden Keamanan Siber, Akan DIbentuk Satgas Khusus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×