kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.094   -54,00   -0,31%
  • IDX 7.171   199,63   2,86%
  • KOMPAS100 991   32,89   3,43%
  • LQ45 724   22,18   3,16%
  • ISSI 256   6,47   2,59%
  • IDX30 395   12,49   3,27%
  • IDXHIDIV20 483   11,54   2,45%
  • IDX80 112   3,54   3,28%
  • IDXV30 133   2,26   1,73%
  • IDXQ30 128   3,60   2,90%

Ini rekomendasi analis untuk 10 saham laggard IHSG


Senin, 30 Maret 2020 / 05:00 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 27,84% ke level 4.545,47 per Jumat (27/3). Mayoritas saham memang mencatatkan penurunan harga. Akan tetapi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, ada sepuluh saham teratas yang menjadi laggard atau pemberat pergerakan IHSG sepanjang tahun ini. 

Secara berurutan, sepuluh saham tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun atau minus 17,58% ytd, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -26,59%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) -35,64%, PT Astra International Tbk (ASII) -41,08%, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) -22,17%, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) -46,02%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -58,94%, PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) -31,19%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) -49,17%, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) -19,05%. 

Baca Juga: Kredit tersumbat akibat virus corona, bank tekan ekspansi

Untuk ke depannya, Head of Research Analyst FAC Sekuritas Indonesia Wisnu Prambudi Wibowo berpendapat, saham-saham tersebut masih menghadapi tantangan untuk tumbuh. Mengingat, Indonesia maupun global berpotensi berada dalam pelambatan ekonomi.

Meskipun begitu, ia melihat ada sejumlah saham yang memiliki prospek menarik untuk jangka panjang, yaitu BBCA, BBRI, UNVR, dan TLKM. Alasannya, kedua saham perbankan tersebut memiliki fundamental bagus. Hal ini terefleksi dari laba bersih BBCA dan BBRI yang tumbuh tiap tahunnya.

Sementara itu, prospek saham TLKM tergolong menarik karena kebutuhan paket data yang tinggi di tengah kebijakan physical distancing, seperti anjuran bekerja dari rumah maupun lockdown. "Untuk UNVR, prospek sahamnya menarik karena banyak menjual produk kebutuhan rumah tangga," ucap Wisnu saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (29/3). Dengan kata lain, TLKM dan UNVR termasuk saham-saham defensif karena dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi seperti saat ini. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×