kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,93   13,36   1.33%
  • EMAS987.000 0,30%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini penyebab harga komoditas logam mulia kompak melemah di tahun 2021


Senin, 06 Desember 2021 / 07:15 WIB
Ini penyebab harga komoditas logam mulia kompak melemah di tahun 2021


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2021 menjadi periode yang berat bagi komoditas logam mulia. Tercatat, secara year to date (ytd) hingga 3 Desember 2021, seluruh komoditas yang berada di bawah naungan logam mulia ini berada dalam tren terkoreksi.

Lihat saja harga emas spot yang telah turun sebesar 5,54% dalam periode tersebut. Sementara platinum dan perak masing-masing harganya koreksi 12,68% dan 14,7%. Namun, koreksi paling dalam dialami paladium yang anjlok 25,78%.

Analis Komoditas dan Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengungkapkan, sepanjang tahun ini secara fundamental maupun sentimen yang menaungi memang kurang berpihak pada logam mulia. Tekanan bagi paladium juga bertambah karena industri otomotif yang masih mendapat tekanan akibat keterbatasan pasokan chip semikonduktor.

“Paladium digunakan dalam sistem gas buang untuk mengurangi emisi gas beracun dari ruang bakar mesin. Sementara saat ini kan terjadi kelangkaan semikonduktor secara global yang membuat produksi otomotif terhambat, alhasil permintaan terhadap paladium juga turun drastis,” kata Wahyu ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (3/12).

Baca Juga: Harga emas Antam tak bergerak di level Rp 932.000 per gram pada hari ini (5/12)

Ke depan, Wahyu melihat komoditas logam mulia masih akan belum keluar dari tekanan. Terlebih lagi dengan sikap Federal Reserve (The Fed) yang berubah dengan menganggap inflasi yang tinggi bukanlah sesuatu yang bersifat sementara.

Hal tersebut diproyeksi membuat The Fed mempercepat pelaksanaan tapering dan kemungkinan naiknya suku bunga acuan lebih cepat dari perkiraan.

Menurutnya kondisi tersebut akan membuat emas tertekan dan pada akhirnya akan ikut membuat komoditas logam mulia lainnya ikut tertekan. Selain perubahan sikap the Fed, keberadaan varian baru Covid-19 omicron juga bisa menjadi katalis negatif, khususnya untuk paladium dan platinum.

“Jadi secara umum, potensi pelemahan memang masih ada. Namun, untuk saat ini pergerakannya secara umum masih akan konsolidasi,” imbuh Wahyu.

Dengan kondisi saat ini, Wahyu merekomendasikan para investor untuk melakukan buy on weakness pada komoditas logam mulia. Pasalnya, secara jangka panjang pergerakannya masih akan menarik.

Baca Juga: Harga emas menuju penurunan mingguan di tengah pembicaraan Fed yang hawkish

Untuk emas dan perak masih akan jadi pilihan para investor sebagai instrumen hedging terhadap inflasi.

Sedangkan paladium dan platinum akan diuntungkan dengan rencana zero emisi yang artinya akan semakin banyak produksi mobil listrik maupun pengembangan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif.

Adapun, pada tahun depan, Wahyu memperkirakan harga emas akan bergerak pada rentang US$ 1.600 - US$ 1.900 per ons troi.

Sementara untuk harga perak akan berada pada kisaran US$ 19 - US$ 25 per ons troi. Lalu untuk harga paladium dan platinum masing-masing akan berada pada area US$ 1.600 - US$ 2.300 per ons troi dan US$ 800 - US$ 1.150 per ons troi di tahun 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×