Reporter: Ade Jun Firdaus | Editor: Djumyati P.
JAKARTA. Analis Riset PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai, penurunan dana kelolaan industri reksadana sebesar Rp 3 triliun, bukan sesuatu hal yang patut ditakutkan oleh investor. Sebab, penurunan ini hanya sebesar 2,44%. "Kalau penurunannya sampai di atas 10%, itu baru jadi pertanyaan bagi investor," ujarnya, Senin (12.7).
Selain itu, menurut Wawan, penurunan Rp2 triliun-Rp 3 triliun memang kerap terjadi di industri reksadana belakangan ini. Maklum, dengan reksadana saham yang mendominasi 40% dari total dana kelolaan industri, mengakibatkan fluktuasi dana kelolaan cukup tinggi. Mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sementara Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Djoko Hendratto menolak berkomentar perihal penurunan reksadana, termasuk kesalahan pihaknya dalam memasukkan angka di situs resmi Bapepam-LK.
"Saya baru pulang dari Amerika Serikat, dan sudah dua minggu berada di sana. Jadi jangan tanya saya soal pasar. Kalau ada kesalahan, nanti saya cek dulu," ujar Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
