kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,49   -7,86   -0.84%
  • EMAS1.319.000 -0,08%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indosat Masih Bisa Mengerek Harga, Intip Rekomendasi Saham ISAT


Kamis, 08 Juni 2023 / 05:40 WIB
Indosat Masih Bisa Mengerek Harga, Intip Rekomendasi Saham ISAT


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berpeluang mencatatkan rata-rata pendapatan per pengguna atawa average revenue per user (ARPU) yang jauh lebih tinggi pada 2024. ARPU ISAT diprediksi dapat mencapai lebih dari Rp 40.000 pada tahun depan, dari Rp 32.900 pada kuartal I-2023.

Analis BCA Sekuritas Mohammad Fakhrul Arifin mengatakan, ISAT masih memiliki ruang untuk menaikkan harga datanya. Pasalnya, harga data ISAT sedikit tertinggal dari rekan-rekannya, yakni hanya Rp 2,77 per Megabyte (Mb) pada triwulan pertama 2023.

Sementara itu, harga data XL Axiata tercatat sebesar Rp 3,13 per Mb dan Telkomsel Rp 3,64 per Mb. Hal ini juga terlihat dari data ARPU ISAT yang tampaknya bergerak di bawah rekan-rekannya dalam delapan tahun terakhir.

Dari grafik tersebut, ARPU ISAT terus-menerus naik terlepas dari perang harga yang tidak rasional. Hal itu terlihat dari rata-rata linear yang terus meningkat. Di samping itu, setiap pergerakan pada akhirnya akan mengalami re-rate dan mempersempit kesenjangan ke rata-rata ARPU industri telekomunikasi yang saat ini berada di Rp 39.300.

"Potensi kenaikan ARPU hingga mencapai Rp 40.000 ini akan didorong oleh dua hal, yaitu kenaikan trafik data dan harga data ISAT," ucap Fakhrul saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (7/6).

Baca Juga: Indosat dan Mastercard Jalin Kemitraan guna Meningkatkan Lanskap Pembayaran Digital

Untuk menguji kemungkinan ini, Fakhrul melakukan metodologi sensitivitas untuk mengukur dampak ARPU yang lebih tinggi terhadap margin EBITDA ISAT. Dengan asumsi kenaikan trafik data sebesar 10% per tahun, kenaikan harga data pada 2023 dapat berkisar di 5%-10% dan 3%-7% pada 2024.

Kemudian, kenaikan ini bakal menghasilkan pertumbuhan pendapatan data yang kuat sebesar 16%-21% pada 2023 dan 13%-18% pada 2024. Pada akhirnya, ARPU ISAT per bulan akan berkisar di Rp 36.700-Rp 37.600 pada 2023 dan Rp 40.300-Rp 42.000 pada 2024.

Dengan ini, Fakhrul memperkirakan margin EBITDA ISAT dapat naik  sebesar 280 bps-446 bps menjadi 44%-46% pada 2023 dan 267 bps-320 bps menjadi 47%-49% pada 2024, dari 41,6% pada 2022. Hal ini akan melontarkan ROE dan arus kas bebas ISAT.

Dalam riset tanggal 24 Mei 2023, Analis Phillip Capital Edo Ardiansyah mengatakan, prospek ISAT tetap positif karena merupakan sektor yang berperan signifikan dalam penguatan ekonomi digital Indonesia. Edo memperkirakan konsumsi data akan terus meningkat ke depannya berkat pertumbuhan yang kuat dalam penetrasi telepon seluler dan internet serta peningkatan kecepatan koneksi.

Pada tahun 2022, penetrasi telepon seluler Indonesia mencapai 77%, meningkat signifikan dari 64,8% pada tahun 2018 dan kemungkinan akan terus naik menjadi 86% pada tahun 2027. "Ke depan, ISAT harus fokus pada peningkatan basis pelanggannya dan menyediakan produk yang terjangkau, serta investasi dalam infrastruktur jaringan," ungkap Edo.

Baca Juga: Indosat (ISAT) Akan Membagikan Dividen Final Rp 2,06 Triliun

Edo memperkirakan, basis pelanggan ISAT akan melonjak 30% di pada 2023 dan ARPU campuran naik 14,3% menjadi Rp 38.700 dari Rp 33.900 pada 2022. Sejalan dengan itu, ia memproyeksikan pendapatan ISAT tumbuh sebesar 12% CAGR pada 2021-2025.

Berdasarkan riset tanggal 10 Mei 2023, Analis OCBC Sekuritas Kevin Jonathan Panjaitan mengatakan, ISAT menyelesaikan 100% integrasi jaringan dengan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN) pada kuartal pertama. Integrasi jaringan rampung dalam lima kuartal setelah merger, lebih cepat dari target manajemen.

Teknologi MOCN memperluas area jangkauan jaringan dan meningkatkan kualitas jaringan IM3 dan Tri dengan memaksimalkan penggunaan frekuensi spektrum. "Dengan perbaikan jaringan ini, kami mengharapkan loyalitas pelanggan IM3 dan Tri akan lebih baik dan trafik datanya lebih tinggi," kata Kevin.

Dengan adanya sinergi operasional antara Indosat dan Hutchison, ISAT juga memperlihatkan perbaikan margin EBITDA dalam empat kuartal berturut-turut. Margin EBITDA ISAT mencapai 44,6% pada kuartal I-2023, lebih tinggi dari hasil tahun lalu 40,3% dan lebih tinggi dibandingkan hasil kuartal IV-2022 sebesar 44,0%. Kevin memperkirakan margin EBITDA ISAT dapat mencapai 44,2% di 2023.

Baca Juga: Laba Melesat 621%, Intip Pendorong Kinerja Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT)

Untuk tahun 2023, salah satunya strategi ISAT adalah menghadirkan konektivitas yang lebih besar ke pedesaan dan masyarakat terpencil di Indonesia. Dengan bekerja sama dengan mitra lokal distributor dan dengan jangkauan jaringannya yang luas, ISAT akan mencoba membuka potensi pedesaan.

"Orang-orang di daerah pedesaan dan terpencil cocok untuk produk ISAT karena menawarkan harga yang murah," ucap Kevin.

Ketiga analis ini merekomendasikan buy ISAT. BCA Sekuritas menetapkan target harga Rp 9.600 per saham, Phillip Capital Rp 9.500, dan OCBC Sekuritas Rp 8.800 per saham. Rabu (7/6), harga ISAT naik 3,24% ke level Rp 8.775 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×