kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.023   6,00   0,04%
  • IDX 7.049   -43,01   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -5,13   -0,53%
  • LQ45 716   -1,10   -0,15%
  • ISSI 250   -1,91   -0,76%
  • IDX30 388   -0,37   -0,10%
  • IDXHIDIV20 487   -2,56   -0,52%
  • IDX80 110   -0,46   -0,42%
  • IDXV30 135   -1,48   -1,09%
  • IDXQ30 127   -0,18   -0,14%

Indofood (INDF) Catat Laba Bersih Naik 23,64% Jadi Rp 10,68 Triliun pada Tahun 2025


Selasa, 31 Maret 2026 / 12:29 WIB
Indofood (INDF) Catat Laba Bersih Naik 23,64% Jadi Rp 10,68 Triliun pada Tahun 2025
ILUSTRASI. Indofood (INDF) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp 10,68 triliun pada 2025. (KONTAN/Lidya Yuniartha)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melaporkan kinerja apik di sepanjang tahun 2025, baik dari segi penjualan dan laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangannya, INDF mencatatkan penjualan sebesar Rp 123,49 triliun pada tahun 2025, meningkat 6,65% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 115,78 triliun.

Secara rinci, penjualan dari produk konsumen bermerek mencapai Rp 75,74 triliun, Bogasari Rp 31,1 triliun, agribisnis Rp 21,03 triliun, distribusi Rp 7,42 triliun, serta nilai eliminasi sebesar Rp 11,82 triliun.

Baca Juga: IHSG Melemah 0,53% ke 7.053 di Sesi I Selasa (31/3), HEAL, AADI, BREN Top Losers LQ45

Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan dan pendapatan juga meningkat menjadi Rp 82,3 triliun pada 2025, dari Rp 75,65 triliun pada tahun sebelumnya. Meski beban pokok naik, laba bruto INDF tetap tumbuh menjadi Rp 41,19 triliun pada 2025, dari Rp 40,14 triliun pada 2024.

Dari sisi operasional, beban penjualan tercatat naik menjadi Rp 12,59 triliun dari Rp 12,26 triliun. Sementara itu, beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp 5,24 triliun, dibandingkan Rp 5,05 triliun pada tahun sebelumnya. INDF juga membukukan pendapatan keuangan sebesar Rp 1,42 triliun pada 2025, meski sedikit turun dari Rp 1,51 triliun pada 2024.

Di sisi lain, beban bunga dan keuangan turun menjadi Rp 5,97 triliun pada 2025, dari Rp 6,19 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini turut membantu menopang profitabilitas perusahaan.

Selain itu, INDF mencatatkan bagian atas laba entitas asosiasi sebesar Rp 27,37 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp 1,36 triliun pada 2024. INDF juga membukukan pendapatan lainnya sebesar Rp 1,99 triliun, naik dari Rp 1,50 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun beban lainnya turun menjadi Rp 780,18 miliar dari Rp 1,25 triliun.

Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan INDF naik menjadi Rp 20,04 triliun pada 2025, dari Rp 17,04 triliun pada 2024. Setelah dikurangi pajak, laba tahun berjalan INDF tercatat sebesar Rp 15,56 triliun pada 2025, tumbuh 18,96% yoy dari Rp 13,08 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Penjualan dan Laba Bersih Indofood CBP (ICBP) Kompak Naik pada Tahun 2025

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp 10,68 triliun pada 2025. Angka ini naik 23,64% yoy dibandingkan Rp 8,64 triliun pada 2024.

Adapun laba per saham dasar INDF juga meningkat menjadi Rp 1.217 per saham, dari Rp 984 per saham pada tahun sebelumnya.

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, mengatakan di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal.

"Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," kata Anthoni dalam keterangannya, Rabu (30/3/2026).

Di sisi neraca, INDF melaporkan total aset sebesar Rp 217,98 triliun di tahun 2025, meningkat dari sebelumnya Rp 201,71 triliun. 

Total liabilitas perusahaan mencapai Rp 97,74 triliun, meningkat dari Rp 92,72 triliun. Sementara, ekuitas tercatat Rp 120,23 triliun, naik dari Rp 108,99 triliun.

Saldo kas dan setara kas pada akhir tahun mencapai Rp 47,47 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 38,71 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×