kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

India boikot CPO Malaysia, analis sarankan investor wait and see


Selasa, 14 Januari 2020 / 19:28 WIB
India boikot CPO Malaysia, analis sarankan investor wait and see
ILUSTRASI. Importir minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) India menghentikan pembelian CPO dari Malaysia.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Importir minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) India menghentikan pembelian CPO dari Malaysia. Hal ini dilakukan setelah Pemerintah India menginstruksikan para importir untuk menghindari produk dari Negeri Jiran tersebut.

Meskipun begitu, belum ada aturan resmi dari pemerintah India terkait pelarangan ini. Langkah pemerintah India ini dipicu oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang mengkritik tindakan kekerasan India di Kahsmir, serta penerapan UU Kewarganegaraan baru yang dinilai diskriminatif kepada warga muslim.

Baca Juga: Asosiasi industri desak Pemerintah India benar-benar batasi impor CPO

Sejumlah pihak menilai, penghentian pembelian CPO Malaysia oleh para importir India ini bisa menguntungkan Indonesia, sebab permintaan tersebut akan beralih ke Tanah Air.

Meskipun begitu, Analis Artha Sekuritas Nugroho Fitriyanto memprediksi, apabila boikot benar-benar diterapkan, maka berpotensi menurunkan harga jual CPO yang dapat berimbas pada harga saham emiten CPO domestik.

"Harga CPO global yang patokannya dari Malaysia kami prediksi bisa terkoreksi seiring dengan potensi peningkatan invetory level akibat berkurangnya penjualan," ujar dia saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (14/1).

Menurut Nurgroho, jika selama semester I-2020 sama sekali tidak ada ekspor CPO Malaysia ke India, maka ekspor CPO Negeri Jiran tersebut dapatĀ  turun 11,2% secara tahunan. Angka ini dengan catatan, negara-negara di luar India masih tetap melanjutkan ekspornya dengan pertumbuhan 1% year on year (yoy).

Sebagai gambaran, pada 2019, penjualan ekspor CPO Malaysia tumbuh signifikan, yakni 12% yoy. India menjadi negara tujuan ekspor CPO terbesar Malaysia dengan proporsi 24% dan pertumbuahn 75% yoy.

Baca Juga: Soal CPO, Mahathir: Saya tetap menentang hal yang salah, kendati merugikan negara

Sementara itu, CPO menyumbang hampir dua pertiga dari total impor minyak nabati India yang membeli lebih dari 9 juta ton CPO per tahun, terutama dari Indonesia dan Malaysia.

Oleh karena itu, Nugroho menyarankan investor untuk wait and see terlebih dahulu selagi menunggu kepastian Perdana Menteri India atas boikot ini.

"Investor juga sebaiknya menunggu data penjualan ekspor Malaysia selama bulan Januari 2020 dirilis untuk melihat apakah ada penurunan penjualan ekspor atau tidak," ujar dia.




TERBARU

Close [X]
×