kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Indeks Topix menuju level terendah sejak 1983


Senin, 04 Juni 2012 / 07:55 WIB
Indeks Topix menuju level terendah sejak 1983
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Indeks Topix Jepang jatuh cukup dalam pagi ini. Pada pukul 09.16 waktu Tokyo, indeks Topix terjungkal 2,1% menjadi 697,20 dan menuju level penutupan terendah sejak 13 Desember 1983 silam.

Jika indeks Topix menyentuh level terendah tersebut, maka, salah satu indeks acuan di bursa Jepang ini sudah melorot lebih dari 20% dari level tertinggi pada tahun ini yang tercipta pada 27 Maret lalu. Kondisi ini bisa disebut sebagai pasar bearish.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average juga anjlok 2,2% menjadi 8.256,29.

Aksi jual saham-saham berkapitalisasi besar menggerogoti kinerja indeks. Beberapa di antaranya yakni Toyota Motor Corp yang turun 3,7%, Kawasaki Kisen Kaisha Ltd yang memimpin penurunan pada saham pengiriman kapal, dan Inpex Corp yang turun 3,4% seiring penurunan harga minyak dunia.

Adapun faktor yang mempengaruhi pergerakan bursa Jepang pagi ini adalah data ekonomi AS yang mengecewakan sehingga memicu kekhawatiran bahwa terjadi perlambatan pada perekonomian global.

"Data pengangguran AS memicu pertanyaan mengenai stabilitas ekonomi AS. Selain itu, adanya ekspektasi dilakukannya pengucuran stimulus AS semakin menekan nilai tukar dollar AS terhadap yen. Hal ini yang dapat menggerogoti pasar saham Jepang," jelas Soichiro Monji, chief strategist Daiwa SB Investments Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×