kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Indeks Dolar AS Melemah Tipis, Begini Masa Depan Safe Haven Sang Greenback


Rabu, 05 Agustus 2026 / 17:10 WIB
Indeks Dolar AS Melemah Tipis, Begini Masa Depan Safe Haven Sang Greenback
ILUSTRASI. Mata Uang Rupiah dan Dollar Amerika (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar AS (DXY) melemah tipis pada perdagangan Rabu (5/8/2026) di tengah meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat pasar mencermati kembali posisi dolar AS sebagai aset safe haven di tengah perubahan sentimen risiko global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS (DXY) turun 0,04% ke level 99,85 pada pukul 16.08 WIB.

Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwy Assegaf, menilai dolar AS masih menjadi pilihan menarik sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung. Menurutnya, meski peluang pembukaan kembali Selat Hormuz menekan harga minyak, situasi Timur Tengah belum sepenuhnya stabil karena belum terdapat kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) Bagi Dividen Rp 76 Miliar, Potensi Yield Capai 1,8%

Selain faktor geopolitik, Alwy menyebut imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi turut menjaga daya tarik dolar dibandingkan aset safe haven lainnya. Menurutnya, meski ketegangan geopolitik mulai mereda, level yield US Treasury yang masih tinggi membuat aset berbasis dolar tetap menarik bagi investor.

"Di tengah ketidakpastian serta yield obligasi AS yang masih tetap tinggi, dolarnya masih tetap menarik dibanding dengan safe haven lainnya," ujar Alwy.

Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai status safe haven dolar AS sebenarnya mulai mengalami penurunan. Namun, dominasi dolar dalam transaksi global masih membuat mata uang tersebut tetap memiliki posisi kuat di pasar internasional.

"Status safe haven pada dolar AS sebenarnya sudah mulai menurun, namun demikian, transaksi global masih didominasi dolar AS," ujar Lukman.

Lebih lanjut, Lukman menilai franc Swiss (CHF) justru lebih mencerminkan karakter mata uang safe haven dibandingkan dolar AS. Menurutnya, CHF relatif tidak terlalu tertekan oleh aktivitas carry trade seperti yang terjadi pada yen Jepang (JPY), meski tingkat suku bunganya berada di level rendah.

Dengan kondisi tersebut, daya tarik dolar AS sebagai aset safe haven masih akan bergantung pada perkembangan konflik Timur Tengah serta perubahan sentimen pasar. Apabila ketidakpastian meningkat dan pasar berada dalam kondisi risk off, dolar AS masih berpeluang menjadi pilihan investor, tetapi ketika sentimen beralih ke risk on, investor berpotensi mengalihkan dana ke aset yang lebih berorientasi pertumbuhan.

Baca Juga: Alfamart (AMRT) Raih Kenaikan Pendapatan & Laba pada Semester I-2026, Cek Prospeknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×