kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Indeks Arab Saudi amblas tersengat harga minyak


Minggu, 03 Juni 2012 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. Alpukat termasuk salah satu makanan penurun kolesterol.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

RIYADH. Pasar saham Arab Saudi pada penutupan kemarin (2/6) tergerus dalam. Bahkan penurunannya merupakan yang terbesar dalam 10 bulan terakhir.

Data Bloomberg menunjukkan, Tadawul All Share Index anjlok 4,2% ke level 6.681,18 pada penutupan kemarin. Ini merupakan level terendah sejak 6 Agustus lalu. Sepanjang Mei, indeks acuan Arab Saudi ini sudah rontok hingga 7,7%, yang merupakan penurunan bulanan terbesar dalam dua tahun terakhir.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi indeks Arab Saudi antara lain: Al Rajhi Bank yang melorot ke level terendah sejak Januari dan Saudi Basic Industries Corp yang merosot 3,7%.

Salah satu faktor ditengarai mempengaruhi pergerakan bursa negara produsen minyak terbesar dunia ini antara lain penurunan harga minyak dunia ke level terendah sejak Oktober 2011 lalu, yakni sebesar 3,8% menjadi US$ 83,23 per barel di New York.

Penurunan harga minyak sendiri terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, hanya sedikit penambahan lapangan kerja di AS. Data dari Eropa juga semakin memperburuk harga minyak, di mana tingkat pengangguran Benua Biru tersebut mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 11% pada April dan Maret. Data negatif AS dan Eropa mengindikasikan akan adanya penurunan permintaan minyak dunia.

"Harga minyak jatuh ke level terendah dan hal ini yang menyebabkan pasar saham turun. Data perekonomian global dan masalah krisis Eropa juga menekan pasar," jelas Turki Fadaak, head of research Albilad Investment Co di Riyadh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×