kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.814   80,00   0,48%
  • IDX 7.861   -459,53   -5,52%
  • KOMPAS100 1.084   -64,66   -5,63%
  • LQ45 772   -40,32   -4,96%
  • ISSI 283   -22,50   -7,38%
  • IDX30 402   -15,70   -3,76%
  • IDXHIDIV20 479   -14,24   -2,89%
  • IDX80 120   -7,23   -5,68%
  • IDXV30 132   -6,12   -4,43%
  • IDXQ30 130   -4,42   -3,29%

IHSG Trading Halt Lagi! Dua Hari Beruntun


Kamis, 29 Januari 2026 / 09:42 WIB
Diperbarui Kamis, 29 Januari 2026 / 09:50 WIB
IHSG Trading Halt Lagi! Dua Hari Beruntun
ILUSTRASI. IHSG anjlok 8% picu trading halt kedua untuk pekan ini.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara alias trading halt di sekitar pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

Ini merupakan imbas pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 8% ke level 7.654,66 atau turun 666,90 poin pada intraday perdagangan Kamis (29/1/2026).

Terpantau, hanya ada 34 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 694 saham turun dan 230 saham stagnan Nilai transaksi di pasar saham Tanah Air ini mencapai Rp 10,78 triliun dengan market cap mencapai Rp 13.820 triliun.

Ini merupakan trading halt kedua yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: IHSG Ambruk 8% ke 7.654 pada Pukul 09.26 WIB, Kamis (29/1)

Di mana, trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1/2026) terjadi trading halt pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) pasca pengumuman MSCI. 

Seperti diketahui, MSCI mengumumkan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026. 

MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas. 

"Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna," tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) malam. 

Selanjutnya: Harga Minyak Naik 3 Hari Beruntun Kamis (29/1): Brent ke US$68,90 & WTI ke US$63,79

Menarik Dibaca: Jadwal Konser EXO PLANET #6 EXhOrizon di Jakarta 2026, Catat Tanggalnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×