kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG Rawan Koreksi Pada Jumat (13/10), Simak Rekomendasi Saham dari Analis Berikut


Jumat, 13 Oktober 2023 / 06:10 WIB
IHSG Rawan Koreksi Pada Jumat (13/10), Simak Rekomendasi Saham dari Analis Berikut


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 3,39 poin atau 0,05% ke 6.935,15 ada akhir perdagangan Kamis (12/10).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini masih sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia.

Hal itu juga ditambah dengan adanya penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Selain itu, dari global nampaknya investor menyambut baik akan turunnya yield US Treasury bertenor 10 tahun ke 4,5%,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (12/10).

Herditya melihat, IHSG rawan terkoreksi dengan support di 6.900 dan resistance di 7.000.

Baca Juga: IHSG Naik Tipis 0,05% ke 6.935 Pada Kamis (12/10), EMTK, ACES, BBNI Top Gainers LQ45

“Sentimennya masih berasal dari investor menanti rilis data inflasi AS pada Kamis (12/10) malam dan rilis data inflasi China Jumat (13/10),” paparnya.

Untuk saham rekomendasi, Herditya merekomendasikan investor dapat dicermati BIRD dengan target harga Rp 2.170 - Rp 2.200 per saham, MEDC Rp 1.515 - Rp 1.600 per saham, dan UNVR Rp 3.750 - Rp 3.900 per saham.

Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, IHSG hari ini menguat ditopang oleh rebound-nya sektor infrastruktur, khususnya subsektor telekomunikasi. 

“Berbagai sentimen positif dari bursa global juga turut memberikan sentimen positif bagi IHSG setelah sejumlah pejabat The Fed optimis bahwa tidak akan ada resesi dan suku bunga diperkirakan tidak perlu naik,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (12/10).

Baca Juga: IHSG Naik Tipis, Simak Proyeksi dan Sektor Menarik pada Perdagangan Jumat (13/10)

Di sisi lain, kenaikan ini juga menunjukkan sikap pelaku pasar yang mengabaikan data inflasi AS yang diperkirakan turun untuk periode bulan September ke level 3,6%. 

“Namun, jika ternyata ada kejutan data yang tidak sebaik perkiraan pada data inflasi maupun tenaga kerja AS yang rilis malam ini, maka bisa jadi sentimen negatif mengingat besok adalah akhir pekan,” paparnya.

Cheril memproyeksikan IHSG berpotensi konsolidasi melemah dengan kisaran 6.900 - 6.950.

Untuk saham rekomendasinya, Cheril merekomendasikan beli untuk BBRI dengan target harga Rp 5.500 per saham dan UNVR Rp 3.800 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×