kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG Rabu (15/2) Akan Dipengaruhi Data Inflasi, Simak Rekomendasi Saham dari Analis


Selasa, 14 Februari 2023 / 19:24 WIB
IHSG Rabu (15/2) Akan Dipengaruhi Data Inflasi, Simak Rekomendasi Saham dari Analis
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/YU


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,60% atau 41,71 poin ke level 6.941,85 pada perdagangan Selasa (14/2).

Technical Analyst Kanaka Hita Solvera menilai penguatan IHSG pada hari Selasa mengikuti pergerakan indeks Amerika yang juga mengalami penguatan. Sebab adanya perkiraan penurunan inflasi US pada bulan lalu ke level 6,2% dari level 6,5%.

Untuk Rabu (15/2) Andhika memperkirakan rawan untuk koreksi karena aksi profit taking dan juga secara teknikal IHSG sudah mendekati resistennya di level 6.962. 

"Pada perdagangan Rabu pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilisnya data inflasi di Amerika Serikat," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (14/2).

Baca Juga: IHSG Naik ke 6.941 Selasa (14/2), BBRI, BBCA, BBNI Paling Banyak Net Buy Asing

Ia pun memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di 6.896. Sementara resistance berada di level 6.962.

Equity Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang melihat secara teknikal terbentuk golden cross pada Stochastic RSI sejalan dengan penyempitan negative slope MACD menjadi sinyal penguatan lanjutan. Potensi uji resistance berikutnya di kisaran 6.960-6.980 di Rabu (15/2), sementara support di level 6.870.

Menurutnya, dari internal pasar akan mencermati rilis Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) serta data ekspor dan impor pada Rabu (15/2). NPI diperkirakan akan kembali surplus sebesar US$3,35 miliar di Januari 2023.

"Sementara itu, ekspor dan impor diperkirakan naik sebesar 12,5% dan 1,5% YoY di Januari 2023," katanya.

Baca Juga: IHSG Naik 0,60% ke 6.941 Hingga Tutup Pasar Selasa (14/2)

Dari eksternal, pelaku pasar mengantisipasi rilis data inflasi pada Selasa (14/2) malam. Inflasi AS diperkirakan akan kembali turun ke 6,2% YoY di Januari 2023 dari 6,5% di Desember 2022. Sementara inflasi inti melambat ke 5,5% di Januari 2023 dari 5,7% di Desember 2022. 

Dengan demikian, Alrich menilai pasar dapat memperhatikan saham-saham yang berpotensi melanjutkan rebound seperti BRIS, BUMI dan AKRA

Selain itu, perhatikan potensi rebound dari sejumlah saham seperti JPFA, SMRA, TINS dan UNVR di Rabu (14/2). Sementara Andhika merekomendasikan KRYA dan ASLC.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×