kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.625   72,00   0,41%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG pagi masih dibuka melemah


Selasa, 26 Juli 2011 / 09:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping dengan latar belakang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu rebound dari koreksinya yang berlangsung sejak kemarin. Selasa (26/7) pagi ini, indeks dibuka melemah 4,040 poin ke posisi 4.083,054.

Pergerakan IHSG sejalan dengan bursa Amerika dan Eropa yang mayoritas berada di zona merah, meskipun bursa Asia masih bergerak naik tipis.

Sektor yang reli ada enam, antara lain aneka industri dan industri dasar. Sedangkan, empat sektor lainnya, yaitu barang konsumen, infrastruktur, keuangan, dan perdagangan masih tertahan di teritori merah.

Posisi top losers pagi ini diduduki PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang turun 4,00% ke Rp 240, PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) yang tertekan 3,28% ke Rp 59, dan PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) yang jatuh 2,24% ke Rp 1.310.

Sementara itu, posisi top gainers diisi saham-saham industri dasar dan kimia serta aneka industri, yaitu PT Argha Karya Prima Industri Tbk (AKPI) yang naik 8,29% ke Rp 1.990, PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) yang melaju 6,85% ke Rp 780, dan PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) yang reli 4,04% ke Rp 1.030.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo bilang sentimen mixed dari bursa regional dan AS akan menggerakkan IHSG di kisaran 4.069-4.109. Dia mengingatkan, penutupan di bawah support 4.055-4.069 bisa mengakhiri tren naik IHSG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×