kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

IHSG Menguat Ditopang Sektor Kesehatan, Cek Prospeknya pada Perdagangan Selasa (9/12)


Senin, 08 Desember 2025 / 21:18 WIB
IHSG Menguat Ditopang Sektor Kesehatan, Cek Prospeknya pada Perdagangan Selasa (9/12)
ILUSTRASI. IHSG Masih Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (8/12/2025) dengan kenaikan 0,90% atau 77,93 poin ke level 8.710,70.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (8/12/2025) dengan kenaikan 0,90% atau 77,93 poin ke level 8.710,70.

Penguatan indeks terutama berasal dari sektor kesehatan yang melonjak 2,80%, sementara sektor industrials menjadi pemberat terbesar setelah terkoreksi 1,42%.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai sentimen eksternal masih membatasi pergerakan pasar.

Baca Juga: Pergerakan IHSG Selasa (2/12) Masih Ditopang Data Domestik

Bursa Asia bergerak variatif karena investor menunggu serangkaian rilis data penting dari Tiongkok, mulai dari data perdagangan Desember, CPI, hingga PPI. Ketidakpastian menjelang pertemuan Politburo dan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat turut meningkatkan sikap hati-hati pelaku pasar.

Namun pelemahan bursa kawasan tertahan oleh kabar positif dari Tiongkok terkait pelonggaran regulasi sektor keuangan, termasuk relaksasi persyaratan modal dan batas leverage bagi perusahaan besar.

Data ekspor-impor China juga memberi angin segar: ekspor November meningkat lebih tinggi dari perkiraan setelah adanya gencatan tarif dengan AS, sementara impor mencatat kenaikan enam bulan beruntun.

Di dalam negeri, IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa seiring optimisme terhadap sejumlah emiten. Prospek ekonomi dinilai tetap stabil, meski pasar masih mencermati respons fiskal pemerintah terkait penanganan bencana besar di Sumatra.

Pelaku pasar juga menunggu rilis survei keyakinan konsumen November dan data penjualan ritel Oktober dalam waktu dekat.

Baca Juga: IHSG Diramal Menguat di Desember, Peluang Santa Claus Rally Makin Lebar

Pada perdagangan saham, indeks LQ45 ikut menguat didorong ADMR, GOTO, DSSA, BUMI, dan AMRT. Adapun UNTR, UNVR, SCMA, BRPT, dan AMMN menjadi penekan.

Saham-saham dengan kenaikan harian tertinggi meliputi VAST, KIOS, RLCO, REAL, dan CITY. Sementara ASPI, YPAS, TIFA, FPNI, dan LABA berada di jajaran top losers.

Untuk perdagangan Selasa (9/12/2025), Nico memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support di 8.620 dan resistance di 8.720.

Selanjutnya: Japan–Indonesia Investment Cooperation Elevated at MUFG and Danantara’s Indonesia Day

Menarik Dibaca: Gangguan Mental Meningkat, Pahami Ciri-cirinya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×