kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

IHSG menguat dalam sepekan, ini sebabnya


Jumat, 17 Januari 2020 / 20:33 WIB
ILUSTRASI. Layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Selama seminnggu ini, IHSG cenderung menghijau kecuali di Rabu (15/1) yang sempat terkoreksi 0,66%.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepakan terlihat menghijau 0,27% ke level 6.291,65. Selama seminggu ini, IHSG cenderung menghijau kecuali di Rabu (15/1) yang sempat terkoreksi 0,66%.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, penguatan IHSG sepekan ini karena foreign inflow yang cukup deras, serta rilis neraca dagang yang berada di atas ekspektasi pasar.

Net buy asing pada hari ini sebesar Rp 196,97 miliar dan total sepekan mencapai Rp 762,46 miliar. Sementara itu dari global, kesepakatan fase satu antar Amerika Serikat (AS) dan China juga menjadi katalis positif untuk mayoritas bursa regional maupun global.

Baca Juga: Investor asing cetak net buy Rp 2,71 triliun di tengah penurunan IHSG

Pekan depan, IHSG masih berpotensi menghijau. Pasar saham pekan ini akan menunggu arah kebijakan moneter pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 Januari.  "Level support resistance IHSG minggu depan ada pada rentang 6.212 hingga 6.336," kata Hendriko kepada Kontan.co.id, Jumat (17/1).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana berpendapat, selama belum mampu bergerak menguat menembus 6.350, IHSG masih berpotensi untuk terkoreksi. Apabila mampu menguat dan menembus level tersebut, maka IHSG akan melaju ke 6.400.

"Pergerakan IHSG pekan depan akan berada pada support 6.250 dan resistance 6.340," kata Herditya kepada Kontan.co.id. Adapun faktor yang perlu dicermati pekan depan adalah rilis keluarnya data suku bunga dan data penanaman modal asing.

Baca Juga: IHSG ditutup menguat meski terus bergerak di zona merah

Adapun penguatan selama sepekan ini menurut Herditya dipengaruhi beberapa faktor, seperti penandatanganan kesepakatan dagang AS dan China tahap satu yang akhirnya selesai pada tanggal 15 Januari yang lalu. Sentimen positif lainnya adalah ekspor impor yang naik dan defisit neraca dagang yang mengecil. Penguatan kurs rupiah pun menjadi salah satu penopang kenaikan IHSG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×