Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 1,22 poin atau 0,02% ke 7.164 di akhir perdagangan Jumat (3/1). Dalam sepekan, IHSG menguat 2,59%.
VP Marketing, Strategy and Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mencatat bahwa IHSG menguat 2,59% dalam sepekan terakhir, meskipun menghadapi tekanan dari aksi net sell asing yang mencapai Rp 256 miliar.
Menurutnya, pasar merespons positif pembatalan rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% serta insentif dari pemerintah yang diperkirakan mampu menjaga daya beli masyarakat hingga kuartal pertama di tahun 2025.
"Selain itu, berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mendorong kepercayaan investor," kata Audi kepada Kontan, Jumat (3/1).
Baca Juga: IHSG Naik Tipis 0,02% ke 7.164 Pada Jumat (3/1), TOWR, GOTO, ARTO Top Gainers LQ45
Founder Stocknow.id Hendra Wardana mencermati pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir terbilang terbatas, mengingat aktivitas perdagangan hanya berlangsung dua hari, yakni Kamis (2/1) dan Jumat (3/1).
Volume transaksi yang relatif kecil mencerminkan kehati-hatian investor di tengah suasana libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Meski demikian, IHSG berhasil ditutup menguat di level 7.164 didorong oleh beberapa sentimen positif," ucap Hendra kepada Kontan, Jumat (3/1).
Hendra bilang pembatalan rencana kenaikan PPN menjadi 12% memberikan angin segar bagi pasar domestik, sementara data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang naik dari 49,6 ke 51,2 juga menandakan perbaikan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: IHSG Naik 0,06% ke 7.167 di Sesi I Jumat (3/1), TOWR, GOTO, ARTO Top Gainers LQ45
Selain itu, dukungan tambahan datang dari komitmen pemerintah untuk melanjutkan stimulus ekonomi senilai Rp 265 triliun.
Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan naiknya IHSG selama sepekan terjadi karena penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Di sisi lain PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2024 cenderung ekspansif dan berada di level 51,2," ujar Herditya kepada Kontan, Jumat (3/1).
Selanjutnya: Emiten Ritel Gencar Diversifikasi dan Rebranding, Cek Rekomendasi Analis
Menarik Dibaca: Simak 4 Manfaat Oral Seks yang Ternyata Bisa Bantu Kontrol Tekanan Darah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News