kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.923.000   8.000   0,42%
  • USD/IDR 16.335   -60,00   -0,37%
  • IDX 7.167   24,52   0,34%
  • KOMPAS100 1.045   4,88   0,47%
  • LQ45 815   2,85   0,35%
  • ISSI 224   0,76   0,34%
  • IDX30 426   1,90   0,45%
  • IDXHIDIV20 505   1,29   0,26%
  • IDX80 118   0,58   0,49%
  • IDXV30 120   0,61   0,51%
  • IDXQ30 139   0,24   0,17%

IHSG melorot tiga hari beruntun


Jumat, 10 November 2017 / 16:25 WIB
IHSG melorot tiga hari beruntun


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bangkit dari zona merah hingga perdagangan Jumat (10/11) berakhir. IHSG ditutup turun 20,63 poin atau 0,34% ke level 6.021,83.

Indeks terkoreksi tiga hari berturut-turut usai mencetak rekor tertinggi pada Selasa (7/11) lalu. IHSG sudah tergerus 0,64% dari posisi rekor 6.060,45.

IHSG kehabisan tenaga menyusul tekanan yang melanda tujuh sektor. Terutama sektor perdagangan yang jatuh 1,19%. Meski demikian, masih ada tiga sektor yang mampu menguat, yaitu aneka industri, barang konsumsi dan manufaktur.

RTI mencatat, 192 saham melorot, berbanding 136 saham yang naik. Saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) terseret ke posisi top losers atau saham berkinerja terburuk, hari ini. Pasalnya, saham SQMI tumbang 21,36% ke Rp 324. Sebaliknya, saham PT Ancora Indonesia Tbk (OKAS) menempati puncak top gainers setelah melejit 23,82% ke level Rp 525.

Di jajaran indeks LQ45, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang turun 4,46% di Rp 20.875, terseret ke puncak top losers. Sementara, kinerja terbaik ditorehkan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang naik 2,03% ke level Rp 4.030.

Investor mentransaksikan 9,28 miliar lot saham sepanjang hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,75 triliun. Pemodal asing masih melakukan aksi jual, dengan nilai transaksi yang terbilang besar. Nilai penjualan bersih (net sell) asing di seluruh pasar mencapai Rp 1,08 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×