kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG melemas pada penutupan perdagangan


Rabu, 26 Juli 2017 / 16:28 WIB
IHSG melemas pada penutupan perdagangan


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Menghijau pada perdagangan sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melorot 13,33 poin atau 0,23% ke level 5.800,21. Indeks sektor barang konsumen menjadi pemberat pergerakan IHSG hari ini. Indeks sektor konsumer melorot 1,21%

Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang merupakan emiten dengan bobot besar bagi IHSG, turun 0,62% ke level Rp 47.750 per saham. Tak cuma UNVR, harga saham emiten rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang memiliki kapitalisasi terbesar ketiga IHSG pun melorot 2,39% ke Rp 3.680 per saham.

Selain sektor konsumer, sektor manufaktur pun menurun 0,80%, sektor infrastruktur melorot 0,51%, dan sektor industri dasar turun 0,32%. Sedangkan sektor perdagangan dan perkebunan turun masing-masing 0,20% dan 0,13%.

Di tengah pelemahan sektor, masih ada empat sektor menguat, dengan kenaikan tertinggi di sektor keuangan 0,45%, sektor pertambangan 0,35%, sektor aneka industri 0,10% dan sektor konstruksi 0,07%.

Pembelian asing pada saham-saham perbankan menopang kenaikan harga sektor ini. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih Rp 276,88 miliar di pasar reguler. Pembelian bersih tertinggi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 100,6 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 99,7 miliar, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 60,2 miliar.

Meski mencatat pembelian bersih di pasar reguler, asing mencatatkan penjualan bersih di seluruh pasar sebesar Rp 103,46 miliar. Ini akibat penjualan asing pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang mencapai Rp 350 miliar. Penjualan terjadi di pasar negosiasi.

Asing pun masih mencatat penjualan pada saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 135 miliar dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Rp 39,5 miliar.

Saham-saham dengan kenaikan tertinggi indeks LQ45 adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Hanson International Tbk (MYRX). Sedangkan saham-saham top losers pada LQ45 adalah saham SCMA yang turun 5,24%, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×