kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

IHSG Diprediksi Rebound Pekan Ini, Cermati Saham Rekomendasi Analis Berikut


Senin, 26 Januari 2026 / 05:40 WIB
IHSG Diprediksi Rebound Pekan Ini, Cermati Saham Rekomendasi Analis Berikut
ILUSTRASI. IHSG Diprediksi Rebound Pekan Ini, Cermati Saham Rekomendasi Analis Berikut


Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada pekan lalu, tapi diprediksi bisa bangkit terbatas mulai hari ini, Senin 26 Januari 2026. Analis merekomendasikan sejumlah saham  untuk dicermati investor.

Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), IHSG melemah 0,46% ke level 8.951,01. Secara mingguan, IHSG tercatat turun 1,37%.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana memperkirakan, pada perdagangan Senin (26/1/2026), IHSG bergerak konsolidatif dengan kecenderungan rebound terbatas di rentang 8.900 hingga 9.050.

Sentimen pendukung pergerakan IHSG berasal dari stabilnya nilai tukar rupiah, penguatan harga komoditas global, serta peluang technical rebound setelah tekanan jual mereda.

“Meski demikian, ruang penguatan masih relatif terbatas karena investor cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data ekonomi global serta kejelasan arah kebijakan bank sentral utama dunia,” ujar Hendra kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Prajogo Pangestu Kembali Borong Saham BREN, BRPT, dan CUAN

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support di 8.909 dan resistance di 8.992.

Menurut Herditya, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pergerakan harga emas dunia, hingga kehati-hatian investor dalam mencermati dinamika geopolitik global.

“Selain itu, sentimen dari MSCI diperkirakan masih memengaruhi pergerakan sejumlah emiten yang masuk dalam indeks tersebut,” kata Herditya.

Rekomendasi Saham

Dari sisi strategi, investor dapat mulai selektif mencermati saham berbasis komoditas dan sektor siklikal tertentu. Hendra menilai beberapa saham berikut menarik untuk dicermati:
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): trading buy dengan target harga Rp 7.000, seiring kenaikan harga nikel global dan prospek permintaan dari sektor kendaraan listrik.
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): speculative buy dengan target Rp 850, didukung narasi hilirisasi nikel dan eksposur ke rantai pasok baterai kendaraan listrik.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): speculative buy dengan target Rp 3.000, seiring potensi perbaikan margin dan stabilisasi biaya pakan.

Tonton: Bareskrim Ungkap Penipuan DSI: 18% Palsu

Sementara itu, Herditya merekomendasikan beberapa saham berikut untuk dipantau:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): target harga Rp 4.440–Rp 4.580.
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): target harga Rp 2.490–Rp 2.720.
- PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA): target harga Rp 925–Rp 1.040 per saham.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati sentimen global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Sanksi Pajak Baru: Blokir Akses Publik

Selanjutnya: ​Buyback Saham Ramai Awal 2026, 3 Saham Ini Dinilai Undervalue

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×