kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

IHSG diprediksi menguat Senin (4/1), berikut rekomendasi saham yang bisa dicermati


Minggu, 03 Januari 2021 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 57,10 poin atau melorot 0,95% ke level 5.979,07, Rabu (30/12).


Reporter: Kenia Intan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada akhir perdagangan bursa di tahun 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 57,10 poin atau melorot 0,95% ke level 5.979,07, Rabu (30/12).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, mayoritas indeks sektor saham di bursa memang begerak melemah. Penurunan paling signifikan dialami indeks saham sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi hingga 2,49%. Setelahnya disusul sektor industri dasar dan kimia yang terkikis 2,02%.

Pelemahan IHSG ini tidak akan berlanjut pada pada awal perdagangan tahun 2021, Senin (4/12). Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memproyeksikan IHSG bergerak menguat.

" IHSG diperkirakan cenderung menguat dalam rentang support hingga resistance 5.960 hingga 6.100," tulisnya dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Minggu (3/1).

Baca Juga: Investor berharap bursa saham di 2021 masih melesat setelah kenaikan tinggi di 2020

Menurutnya, sentimen domestik yang akan mendominasi pergerakan IHSG Senin (4/1). Pertama, kabar bahwa pemerintah Indonesia mendatangkan lagi 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac pada 31 Desember 2020. Dengan demikian, pemerintah Indonesia telah mendatangkan total 3 juta dosis vaksin Sinovac.

Kedua, keputusan pemerintah memperpanjang program subsidi tagihan listrik untuk pelanggan PLN kategori rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi, serta kategori bisnis dan industri daya 450 VA hingga Maret 2021.

Ketiga, pelaku pasar akan mencermati rilis data Markit Manufacturing PMI Indonesia bulan Desember (4/1). Asal tahu saja, PMI manufaktur Indonesia pada bulan November menunjukkan kenaikan hampir tiga poin menjadi 50,6 dari  47,8 pada Oktober 2020.

Di tengah IHSG yang diramalkan menghijau, Valdy menyarankan investor untuk mencermati saham barang konsumen seperti INDF, ICBP, UNVR dan KLBF.

Investor juga bisa mencermati saham sektor infrastruktur seperti JSMR, PGAS dan TLKM. Tidak ketinggalan, saham komoditas TBLA, PTBA, ANTM, dan TINS, serta saham lainnya seperti ASII, ERAA, dan BBCA juga patut dicermati.

Selanjutnya: Melemah di akhir 2020, ini proyeksi pergerakan IHSG di awal tahun 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×