kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.956   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

IHSG diliputi ketidakpastian, bagaimana investor melihat peluang?


Kamis, 12 Juli 2018 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Hans Kwee di talkshow Peluang Di Tengah Ketidakpastian


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan bursa saham kerap membuat investor ketar-ketir. Tak sedikit yang panik dan merugi alias loss. Kenapa begitu?

Pasalnya, ada banyak ragam. Tapi, yang utama adalah takut. Takut loss. Lantas, panik.

Panik merupakan reaksi pertama ketika kita berhadapan dengan penurunan nilai investasi.

Hans Kwee, Direktur Utama PT Investa Saran Mandiri, punya cara pandang sedikit berbeda. Menurut dia, investor perlu memikirkan lebih lanjut, apakah kepanikannya itu perlu.

Bagi Hans Kwee, setiap ketidakpastian sering kali justru muncul peluang. Melalui kerja-sama dengan Kontan, Hans Kwee menggelar talkshow "Peluang di Tengah Ketidakpastian" di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Kamis (12/7).

Hans yang juga dosen Ekonomi dan Pasar Modal Universitas Trisakti menganalisis ekonomi global dari mulai Amerika Serikat sampai Tiongkok untuk memahami situasi apakah yang sebenarnya terjadi saat ini. Dia juga menyampaikan situasi ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun moneter, mulai dari current account (neraca transaksi berjalan) sampai rupiah.

"Kesimpulan akhir: tenang," katanya.

Sebelum mulai membeberkan celah investasi yang memikat, Hans Kwee menjelaskan terlebih dahulu terkait salah satu ketidakpastian utama yang menekan gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yaitu kebijakan fiskal dan moneter Amerika Serikat (AS).

Termasuk di dalamnya era suku bunga rendah, normalisasi neraca Bank Sentral AS alias The Fed, hingga perang dagang yang sedang booming.

Setelah memahami kondisi eksternal, barulah para peserta dibawa untuk mencermati situasi Indonesia. Ini tak bisa lepas dari performa rupiah terhadap dollar AS serta posisi cadangan devisa.

Pertanyaan ini memang kerap menghantui benak investor saham. Apakah pelemahan rupiah memang informasi basi? Masih amankah cadangan devisa Tanah Air? Bagaimana dengan kebijakan infrastruktur yang sering digaungkan oleh pemerintah sebagai penopang pertumbuhan ekonomi?

Semua ini dirangkum oleh Hans Kwee langsung kepada para investor saham yang ingin tetap cuan di tengah ombak. Semua peserta tanpa ragu mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis lagi "tajam". Hingga akhirnya, di akhir talkshow, mereka bisa menyimpulkan sendiri bagaimana menghadapi situasi seperti baru-baru ini, yaitu jangan panik, tetap tenang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×