kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.853   7,00   0,04%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

IHSG Berpeluang Konsolidasi Menguat Hari Ini (12/1), Cek Sentimen yang Menopangnya


Senin, 12 Januari 2026 / 06:41 WIB
IHSG Berpeluang Konsolidasi Menguat Hari Ini (12/1), Cek Sentimen yang Menopangnya
ILUSTRASI. IHSG diprediksi menguat terbatas hari ini, namun level 9.000 terancam oleh sentimen geopolitik. Analis menyebut batas support kritis ada di 8.900.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin (12/1/2026). 

Sentimen pasar dipengaruhi oleh dinamika global serta fundamental ekonomi domestik yang masih solid.

Dalam kondisi saat ini, Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana Hans Kwee menilai, rotasi sektor mulai terlihat di bursa Amerika Serikat (AS).

Investor cenderung mengalihkan dana ke saham-saham kecerdasan buatan (AI) yang telah terbukti mampu memonetisasi potensinya, sembari melepas saham-saham yang dinilai kurang kompetitif. 

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (12/1), IHSG Diproyeksi Bergerak Mixed

"Nampaknya, investor mulai rasional dan memilih saham yang sudah dapat monetisasi potensinya," ujar Hans kepada Kontan, Minggu (11/1/2026).

Selain itu, minat investor juga bergeser ke saham value dibandingkan growth, serta mengurangi eksposur pada saham berkapitalisasi kecil.

Dari sisi kebijakan moneter, data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan sempat memberi sinyal perlambatan. 

Namun, penurunan tingkat pengangguran menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tetap berada di kisaran dua kali sepanjang 2026. Meski demikian, pada Januari ini bank sentral AS diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya.

Hans Kwee juga mencermati bahwa ketegangan geopolitik global masih menjadi faktor risiko yang membayangi pasar. 

Mulai dari demonstrasi di Iran, konflik Rusia–Ukraina, hingga penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro berpotensi meningkatkan volatilitas pasar saham global serta memicu fluktuasi harga minyak dunia.

Baca Juga: Strategi Follow The Money: 3 Saham Properti & Tambang yang Perlu Dicermati Hari Ini

Sementara itu, perekonomian Indonesia hingga akhir 2025 dinilai tetap resilien. Aktivitas manufaktur yang masih ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang konsisten mencatatkan surplus menjadi penopang optimisme pertumbuhan ekonomi pada 2026. 

Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi pergerakan pasar saham domestik.

Ke depan, Hans bilang pelaku pasar akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, antara lain inflasi konsumen dan produsen serta penjualan ritel, yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan pasar global dan domestik.

Secara teknikal, Hans Kwee memperkirakan IHSG pada Senin (12/1/2026) akan bergerak di area support di rentang 8.900 hingga 8.732, dengan level resistance berada pada kisaran 9.002 hingga 9.050.

Selanjutnya: Kunci Sukses Diet Asam Urat: Turunkan Berat Badan dan Redakan Serangan

Menarik Dibaca: Kunci Sukses Diet Asam Urat: Turunkan Berat Badan dan Redakan Serangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×