kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

IHSG berakhir terkoreksi hampir 1% pada sesi I, Selasa (23/3)


Selasa, 24 Maret 2020 / 12:21 WIB
ILUSTRASI. Petugas kebersihan melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah kembali ke zona merah pada perdagangan sesi pertama, Selasa (24/3). Mengutip RTI, indeks terkoreksi 0,95% atau 38,034 poin ke level 3.951,483.

Tercatat 211 saham turun, 147 saham naik, dan 121 saham stagnan. Total volume perdagangan 3,92 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 4,74 triliun.

Sembilan dari 10 indeks sektoral membebani langkah IHSG. Sektor industri dasar paling dalam penurunannya 3,34%. Hanya sektor pertambangan yang menghijau 1,86%.

Baca Juga: Sejam setelah bel pembukaan perdagangan Selasa (23/3), IHSG naik 2,42%

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) turun 6,99% ke Rp 865

- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 6,99% ke Rp 3.860

- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 6,94% ke Rp 456

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain:

- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 7,02% ke Rp 1.600

- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 6,78% ke Rp 630

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 6,66% ke Rp 23.650

Pada perdagangan pagi, asing mencatatkan net sell Rp 363,503 miliar di pasar reguler. Sedangkan keseluruhan market, net sell asing capai Rp 383,510 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 190 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 110,8 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 60,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×