kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IFC Resmi Mengempit 2,64% Saham Adi Sarana Armada (ASSA)


Selasa, 01 Agustus 2023 / 18:28 WIB
IFC Resmi Mengempit 2,64% Saham Adi Sarana Armada (ASSA)
ILUSTRASI. IFC resmi menjadi pemegang saham ASSA melalui gelaran konversi obligasi menjadi 2,64% saham.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Grup Triputra milik konglomerat TP Rachmat, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) resmi menjadi bagian dari International Finance Corporation (IFC) dengan kepemilikan sebesar 2,64%.

IFC resmi menjadi pemegang saham ASSA melalui gelaran konversi obligasi menjadi saham. Adapun masa konversi tersebut telah resmi berakhir pada 27 Juli 2023.

Dalam gelaran tersebut, IFC menggunakan haknya untuk mengubah obligasi konversi menjadi 97,33 juta saham. Nilai itu setara 2,64% dari seluruh saham Adi Sarana Armada.

Baca Juga: Semester I/2023, Adi Sarana Armada (ASSA) Bukukan Pendapatan Rp 2,39 Triliun

Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto menjelaskan investasi ini merupakan tujuan strategi IFC di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan sektor logistik dan konektivitas.

"Kami yakin masuknya IFC yang merupakan anggota dari Bank Dunia ini sebagai pemegang saham akan memperkuat citra ASSA," ujar Prodjo dalam keterangannya, Selasa (1/8).

Sekadar mengingatkan, IFC telah menyuntikkan pinjaman, melalui obligasi konversi yang bisa dikonversi menjadi kepemilikan saham sebesar US$ 31 juta kepada ASSA pada 2021.

Investasi IFC dalam bentuk pembelian obligasi konversi berlaku selama dua tahun dan tanpa bunga, yang diterbitkan melalui penawaran hak memesan efek terlebih dahulu oleh ASSA.

Baca Juga: Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Cetak Laba Bersih Rp 6,60 Miliar di Semester I-2023

Prodjo masih optimistis laba ASSA di akhir tahun ini bisa melonjak double digit. Adapun ASSA mengantongi laba bersih sebesar Rp 103,02 miliar di 2022.

Hingga semester I-2023, ASSA telah membukukan pendapatan sebesar Rp 2,38 triliun atau turun 24,7% secara tahunan dari Rp 3,17 triliun di semester I-2023.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ASSA mencapai Rp 69,57 miliar per Juni 2023 atau turun 39,38 YoY dari Rp 114,78 miliar per Juni 2022.

"Kami percaya ASSA mampu membukukan kinerja yang lebih baik, seiring dengan bisnis rental yang secara konsisten terus bertumbuh," ucap Prodjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×