kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hyundai dikabarkan sepakat beli 77 hektare lahan milik Puradelta Lestari (DMAS)*


Rabu, 13 November 2019 / 17:28 WIB
Hyundai dikabarkan sepakat beli 77 hektare lahan milik Puradelta Lestari (DMAS)*
ILUSTRASI. Pembangunan pabrik di kawasan industri terintegrasi PT Puradelta Lestari Tbk, Cikarang.

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID  - JAKARTA. Hyundai Motors Group dikabarkan sudah sepakat untuk membeli lahan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) seluas 77 hektare (ha). 

Menurut sumber Kontan.co.id, selain kesepakatan tersebut DMAS juga tengah melakukan negosiasi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) untuk Honda seluas 60 hektare. "Perusahaan juga akan membagikan dividen interim bulan ini," jelas sumber tersebut. 

Informasi yang diperoleh Kontan.co.id menyebutkan, kesepakatan penjualan lahan dengan Hyundai semakin dekat dan diharapkan bisa diumumkan pada akhir November 2019.  DMAS juga menerima permintaan lahan dari perusahaan otomotif besar sekitar 60 hektare, membuat permintaan lahan naik menjadi 200 hektare dari yang sebelumnya 150 hektare. 

Baca Juga: Harga Tanah Kerek Kinerja Puradelta Lestari (DMAS)

Informasi ini sejalan dengan penjelasan Investor Relations Manager DMAS Ricardo Arif Dharmawan beberapa waktu lalu. Saat itu, Ricardo mengatakan belum bisa memberikan informasi soal pembelian lahan oleh Hyundai. 

Hanya saja DMAS masih memiliki permintaan lahan seluas 150 hektare. Dengan permintaan paling tinggi di daerah timur Jakarta seperti Cikarang dan Karawang. 

Soal kabar kesepakatan ini, Ricardo juga masih enggan memberikan komentar. "Mohon maaf untuk saat ini belum ada yang dapat kami sampaikan," ungkap Ricardo saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (13/11). 

Asal tahu saja, kabar Hyundai Motors Group ingin berinvestasi di Indonesia sudah santer terdengar sejak pertengahan 2019. Mereka berencana membangun pabrik mobil dengan nilai investasi Rp 40 triliun. 

Baca Juga: Puradelta Lestari (DMAS) benarkan Hyundai incar lahan maksimal 85 ha

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian mengatakan raksasa otomotif Korea Selatan tersebut tertarik dengan kawasan industri di Jawa Barat seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang. 

*Update (18 November 2019; 17:37 WIB)

Redaksi Kontan.co.id mengubah paragraf ketiga di artikel ini sesuai klarifikasi dari PT Maybank Kim Eng Sekuritas. Sebelumnya, di paragraf ketiga tersebut tertulis; "Di saat yang bersamaan, kabar ini sepertinya juga telah didengar oleh Maybank. Manajemen Maybank menuliskan  kesepakatan penjualan lahan dengan Hyundai semakin dekat dan diharapkan bisa diumumkan pada akhir November 2019".

Dalam surat klarifikasinya, manajemen Maybank Kim Eng Sekuritas menegaskan tidak pernah mengeluarkan rilis atau pernyataan seperti yang dimaksud kepada media manapun.

Kami mohon maaf atas ketidaknyaman ini.

Berikut surat klarifikasi dari PT Maybank Kim Eng Sekuritas:


Kepada Yth
Redaksi Kontan
Di tempat

Dengan hormat

Kami selaku direksi dari PT Maybank Kim Eng Sekuritas ingin mengklarifikasi perihal artikel Kontan mengenai pembelian lahan milik Pura Delta Lestari (DMASA) oleh Hyundai yang dipublikasikan di situs Kontan pada Rabu, 13 November 2019 pukul 17.28 WIB, yang ditulis Benedicta Prima dan disunting oleh Herlina Kartika.

Adapun dalam paragraf ke-3 artikel tersebut disebutkan bahwa manajemen Maybank telah mendengar dan menulis rilis tentang kesepakatan penjualan lahan antara DMAS dan Hyundai.

Dengan ini kami ingin mengklarifikasi bahwa manajemen PT Maybank Kim Eng Sekuritas tidak pernah mengeluarkan rilis atau pernyataan seperti yang dimaksud kepada media manapun.

Oleh karenanya, kami ingin meminta Kontan dapat melakukan koreksi atas pernyataan tersebut secara tertulis dan dipublikasikan melalui situs dan media yang sama dengan artikel sebelumnya selambat-lambatnya 2 hari kalender sejak surat ini kami sampaikan.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami

PT Maybank Kim Eng Sekuritas

Wilianto
Presiden Direktur



Video Pilihan

TERBARU

×