kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hingga akhir tahun, kinerja Destinasi Tirta Nusantara (PDES) diprediksi masih lesu


Jumat, 29 November 2019 / 18:24 WIB
Hingga akhir tahun, kinerja Destinasi Tirta Nusantara (PDES) diprediksi masih lesu
ILUSTRASI. Ilustrasi berwisata naik pesawat . KONTAN/Muradi/2017/12/07

Reporter: Kenia Intan | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada kuartal III 2019, perusahaan yang bergerak di industri pariwisata PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan. 

Perusahaan dengan kode emiten PDES itu membukukan penurunan pendapatan hingga 12,79% year on year (yoy), dari sebelumnya Rp 409,69 miliar menjadi Rp 363,21 miliar.

Baca Juga: RedDoorz berhasil himpun dana US$ 70 juta dalam penggalangan dana jilid dua

Sementara untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perusahaan mengantongi Rp 8,82 miliar, turun 12,41% yoy dari sebelumnya Rp 10,07 miliar. 

Ada berbagai faktor yang memperberat kinerja. Salah satunya, kejadian alam yang menimpa Indonesia di 2018. Diakui perusahaan, hal ini mempengaruhi minat wisatawan asing, khususnya dari Eropa.

Asal tahu saja, segmentasi pasar perusahaan adalah  Eropa sebesar 58,1%. Sementara segmen paket perjalanan menyumbang 90% dari pendapatan. Selain itu dari domestik, adanya kenaikan harga tiket pesawat dan momentum pemilihan umum turut memperberat kinerja perusahaan.

Baca Juga: Destinasi Tirta Nusantara (PDES) dirikan anak usaha di Vietnam

Direktur Keuangan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk Vinita Surya menjelaskan berbagai faktor tersebut masih akan berdampak pada bisnis pariwisata sampai akhir tahun nanti. Ia memprediksi penurunan masih akan terjadi  hingga akhir tahun. 

" Karena inbound bisnis ini bukan bisnis yang recorvery-nya instan," kata Direktur Keuangan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk Vinita Surya dalam Public Expose di Gedung Panorama, Jumat (29/11).  Vinita memprediksi penurunan yang terjadi di akhir kuartal IV nanti kurang lebih sama dengan yang terjadi di kuartal III. 

Meskipun di sisa tahun ini masih berat, perusahaan menyiasatinya dengan menyasar wisatawan domestik di sisa tahun yang ada. Sebab, lanjut Vinita, untuk menarik kembali kepercayaan wisatawan asing bukan hal yang mudah.  

Baca Juga: Batas usia bus pariwisata diperpanjang, biro wisata: Belum tentu menguntungkan

Tahun depan, PDES optimistis kinerjanya akan lebih baik dibandingkan tahun ini.  Sayangnya, perusahaan belum bisa membeberkan target pendapatan maupun labanya. Bisnis tahun depan akan didorong oleh pengoperasian fasilitas infrastruktur seperti  jalan tol seperti Medan Prapat dan jalan tol Lampung Palembang. 

Adanya beberapa rute baru diharapkan bisa memperbaiki kondisi, adapun rute baru tersebut di antaranya Turkish Airlines (Istanbul-Denpasar), Vietnam Airlines (Ho Chi Minh-Denpasar), VietJet (HoChi Minh-Denpasar), Rossiya Airlines (Moscow-Denpasar), serta Garuda Indonesia (London-Amsterdam-Medan-Denpasar). 




TERBARU

×