Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) akan fokus meningkatkan porsi kontribusi pendapatan dari segmen non-BPJS hingga 40%. Ini sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan dari pasien BPJS.
Direktur Utama Medikaloka Hermina Yulisar Khiat menjelaskan pihaknya tidak mengurangi kapasitas untuk pasien BPJS, tetapi hanya mengurangi persentase dengan meningkatkan pasien non-BPJS.
“Porsi pasien BPJS kami atur porsi 60% hingga akhir tahun ini dari yang selama ini mencapai 80%. Pasien non-BPJS akan kami tingkatkan menjadi 40%,” jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: BEI Ubah Kriteria Evaluasi Indeks Utama, Investor Ritel Harus Apa?
Untuk bisa meningkatkan pasien non-BPJS, HEAL menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya meningkatkan kapasitas dan ragam layanan di rumah sakit eksisting.
“Alur pendaftaran akan diperbaiki, IGD akan dipisah untuk meningkatkan kepercayaan pasien non-BPJS. Sebagian besar rumah sakit sudah selesai direnovasi dan sebagian selesai di akhir kuartal dua ini,” kata Yulisar.
Yulisar mencontohkan, RS Hermina Bekasi baru-baru ini meresmikan Gedung 5 yang menghadirkan layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan ketepatan terapi pasien.
“Di Depok kami juga akan menambah satu gedung khusus Padma yang akan fokus ada layanan Jantung. Di Kemayoran juga akan dikembangkan fasilitas jantung intervensi,” ucapnya.
Seiring dengan penambahan layanan dan fasilitas tersebut, HEAL menyiapkan anggaran belanja alias capital expenditure (capex) maksimal Rp 1,2 triliun di sepanjang 2025.
Yulisar memastikan capex tidak akan melebihi dari angka Rp 1,2 triliun. Pasalnya, HEAL juga sedang berupaya menggaet principal brand untuk menerapkan skema kerja sama operasi (KSO).
“Pengembangan alat teknologi sekitar 35%–40% dari total capex, tetapi ada penawaran yang bisa menekan. Kalau pasien cukup principal bisa menggunakan skema KSO sehingga capex bisa turun,” tuturnya.
Baca Juga: Rupiah Makin Anjlok Meski BI Tahan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom HSBC
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













