kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,09   1,58   0.17%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) Bidik Pendapatan Rp 43 Miliar Tahun Ini


Senin, 06 Februari 2023 / 12:24 WIB
Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) Bidik Pendapatan Rp 43 Miliar Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) membidik pendapatan Rp 43 miliar tahun ini.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) membidik pendapatan Rp 43 miliar tahun ini. Sementara dari sisi bottomline, emiten pendatang baru ini menargetkan laba bersih setelah pajak sebesar 13% sampai 15% dari pendapatan.

“Kami sangat optimistis bisa tercapai karena trennya juga terus naik. Kami berharap bisa lebih dari itu,” terang Direktur Utama Hassana Boga Sejahtera Lutfiel Hakim usai pencatatan saham perdana saham NAYZ di Bursa Efek Indonesia, Senin (6/2).

Target kinerja ini akan dicapai NAYZ dengan berfokus ke pengembangan pasar serta new channel secara internal seperti akselerasi pasar dengan teknologi. 

“Akan kami kerjakan pasca IPO rencana ekspansi pasar melalui teknologi,” sambung dia.

Baca Juga: Hassana Boga (NAYZ) Resmi melantai di BEI Senin (6/2), Sahamnya Terkoreksi 10%

Dalam gelaran initial public offering (IPO), NAYZ melepas sebanyak 510 juta saham atau sebanyak 20% dari total kepemilikan saham setelah penawaran umum, dengan harga penawaran Rp100. Alhasil, NAYZ mengumpulkan dana sebanyak Rp 51 miliar dari aksi korporasi ini.

Selama penawaran umum, NAYZ mencatatkan telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 31,74 kali.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk beberapa kepentingan. 

Pertama, sekitar Rp 4,21 miliar akan digunakan oleh NAYZ untuk belanja modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembelian tanah ini akan digunakan untuk pembangunan pabrik.

Kedua, sekitar Rp 30 miliar akan digunakan NAYZ untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin, dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Hakim menyebut, saat ini kapasitas terpasang pabrik NAYZ di rentang 800.000 unit sampai 1 juta unit. Setelah pembangunan, pabrik rampung pada 2024, kapasitas produksi bisa bertambang 5 kali sampai 10 kali dari kapasitas saat ini.

Baca Juga: IPO, Penawaran Saham Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) Oversubscribed hingga 31,74 Kali

“Industri makanan bayi saat ini banyak pemain asing, ini merupakan peluang yang sangat bagus makanya kami sangat optimistis karena kami memang tumbuh dari bawah, artinya kita tumbuh sesuai dengan kebutuhan pelanggan (ibu-ibu),” sambung Hakim.

Ketiga, sisa dana IPO akan digunakan NAYZ untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan promosi, dan biaya operasional NAYZ.

Catatan saja, NAYZ memiliki beberapa produk yang dikhususkan untuk memenuhi gizi para bayi. Beberapa produk tersebut di antaranya Nayz Bubur MPASI, Bubur Nayz Tematik, Bubur Nayz Kaleng, Nayz Cereal, Kaldu Nayz, dan Nayz Puding Susu. 

Produk-produk ini telah tersertifikasi oleh beberapa lembaga terpercaya, seperti Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Organik Indonesia, serta Halal MUI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×