CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.004,92   -14,06   -1.38%
  • EMAS994.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Harus Hati-hati, Pengamat Sebut Investasi di Saham GOTO Berisiko


Jumat, 27 Mei 2022 / 19:54 WIB
Harus Hati-hati, Pengamat Sebut Investasi di Saham GOTO Berisiko
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Bursa Efek Indonesia (BEI)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat menilai berinvestasi di saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memiliki risiko. Hal tersebut tercermin dari paparan manajemen dalam prospektus awal penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Managing Director Center of Economics Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mencermati dalam prospektus tertulis bahwa perusahaan tidak dapat memberikan memberikan jaminan bahwa Perusahaan akan dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan dan mencapai profitabilitas.

"Artinya semacam gambling karena manajemen tidak bisa memperkirakan (kinerja GoTo) jadi ini sangat risiko sekali bagi publik yang mau investasi," papar Anthony diskusi secara daring yang diadakan oleh Narasi Institute, Jumat (27/5).

Selain itu, Anthony mencermati pertanyaan dalam prospektus yang berbunyi bahwa perseroan telah mencatatkan rugi sejak didirikan dan perusahaan mungkin tidak dapat mencapai profitabilitas.

Baca Juga: Manajemen Telkom Beri Penjelasan Soal Unrealized Loss Investasi di GoTo Rp 881 Miliar

Tercatat, GoTo membukukan rugi bersih sebesar Rp 11,24 triliun pada 2018, Rp 22,76 triliun di 2019, dan Rp 14,20 triliun di 2020. Kemudian, perseroan juga membukukan rugi sebesar Rp 8,16 triliun per 31 Juli 2021.

Alhasil, GoTo mencatatkan akumulasi rugi bersih sebesar Rp 20,43 triliun per 31 Desember 2018, Rp 43,19 triliun di akhir Desember 2019, Rp 57,74 triliun di 2020 dan Rp 65,2 triliun pada 31 Juli 2021.

Dengan kinerja tersebut akan mempengaruhi pada kebijakan pembagian dividen. Adapun pembagian dividen ini akan dipengaruhi dari laba ditahan milik perseroan. Kemungkinan, investor akan sulit mendapatkan keuntungan lewat dividen.

Baca Juga: Saham Gojek Tokopedia (GOTO) Mulai Bangkit, Faktor Ini Disinyalir Jadi Penyebab

"Pemegang Saham mungkin perlu mengandalkan penjualan saham yang dimiliki setelah apresiasi harga, yang mungkin tidak akan pernah terjadi, sebagai satu-satunya cara untuk merealisasikan keuntungan masa depan atas investasi mereka," tulis prospektus GoTo.

Dari pernyataan tersebut, Anthony mencermati potensi pergerakan harga saham GOTO yang tidak seiringan dengan kinerja perusahaan. Hal yang kemungkinan saham GOTO naik adanya price fixing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental THE FUTURE OF SELLING

[X]
×