kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.821   -79,00   -0,47%
  • IDX 7.987   51,32   0,65%
  • KOMPAS100 1.126   9,01   0,81%
  • LQ45 817   1,49   0,18%
  • ISSI 283   4,81   1,73%
  • IDX30 425   -1,30   -0,30%
  • IDXHIDIV20 511   -4,10   -0,80%
  • IDX80 126   0,70   0,56%
  • IDXV30 139   -0,21   -0,15%
  • IDXQ30 138   -0,78   -0,56%

Hari ini stagnan, begini proyeksi rupiah, Kamis besok (14/10)


Rabu, 13 Oktober 2021 / 18:33 WIB
Hari ini stagnan, begini proyeksi rupiah, Kamis besok (14/10)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah spot stagnan di perdagangan Rabu (13/10), karena minim sentimen penggerak.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah spot stagnan di perdagangan Rabu (13/10). Merujuk data Bloomberg, rupiah stagnan di level Rp 14.217,5 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan di kurs Jisdor, rupiah melemah 0,02% ke level Rp 14.221 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pergerakan rupiah di awal sesi cenderung melemah terbatas ke level Rp 14.224 per dolar AS, tetapi di sesi siang kembali menguat ke level yang sama seperti hari sebelumnya.

Ia melihat, pelaku pasar mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang berdasarkan konsensus inflasi bulanan AS diperkirakan 0,3% month on month (mom) atau setara dengan inflasi tahunan sebesar 5,3% secara year on year (yoy).

“Bila dilihat dari komponennya, terlihat bahwa inflasi untuk non bahan pangan diproyeksikan sebesar 0,2% secara mom, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,1% secara mom,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (13/10).

Baca Juga: Usai menguat 0,78% hari ini, IHSG rawan mengalami profit taking pada Kamis (14/10)

Tidak hanya itu, sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia, Josua memperkirakan inflasi AS akan mengalami peningkatan.

Ia menambahkan, apabila ada kenaikan inflasi di bulan September, maka akan mendorong kenaikan ekspektasi inflasi di AS, sehingga akan memicu penguatan dolar AS serta kenaikan yield US Treasury.

Dus, itu akan mendorong pelemahan rupiah dan mata uang lainnya di hari Kamis (14/10). Namun, kata Josua, dampak dari kenaikan inflasi cenderung jangka pendek.

“Dampak dari kenaikan inflasi cenderung bersifat jangka pendek karena hingga saat ini The Fed belum memberikan pernyataan untuk respon dari inflasi yang meningkat,” jelas Josua.

Selain itu, dari pernyataan The Fed sebelumnya, ia mengamati, tingkat inflasi AS yang tinggi bersifat sementara. Sehingga diperkirakan The Fed belum akan mengubah kebijakan moneternya.

Bila inflasi berada di bawah proyeksi pun, Josua memperkirakan The Fed masih akan melakukan tapering di bulan November mendatang.

Untuk Kamis (14/10), ia memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang harga Rp 14.200 per dolar AS – Rp 14.275 per dolar AS.

Selanjutnya: Minim sentimen, kurs rupiah diperkirakan bergerak stagnan, Kamis (14/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×