Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) bergulir terbatas pada perdagangan Rabu (5/10).
Mengacu Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per Rabu (5/10), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price terpeleset 0,02% dibandingkan hari sebelumnya menjadi 116,95.
Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menerangkan, terbatasnya pergerakan harga obligasi negara di pasar sekunder pada perdagangan kemarin merupakan imbas dari minimnya katalis domestik maupun eksternal. Investor memang masih menantikan rilis data ekonomi global. Semisal data sektor tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang bakal meluncur akhir pekan ini.
"Ini jadi salah satu agenda yang dinantikan oleh investor sebelum kembali melakukan transaksi di pasar sekunder," imbuhnya.
Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan politik di AS jelang pelaksanaan pemilihan presiden pada November 2016.
Untuk internal, investor tengah mengikuti perkembangan realisasi program pengampunan pajak (tax amnesty).
Bagaimana dengan hari ini?
Harga SUN di pasar sekunder pada perdagangan Kamis (6/10) berpotensi koreksi.
Made meramal, pada perdagangan hari ini, katalis negatif bersumber dari kenaikan imbal hasil surat utang global akibat rencana Bank Sentral Eropa untuk mengurangi pembelian aset. Adapula ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada pengujung tahun 2016.
"Hingga akhir pekan, kami perkirakan investor masih akan mencermati data sektor tenaga kerja Amerika serta pidato dari beberapa pejabat The Fed yang bakal disampaikan pada hari Jumat waktu setempat," paparnya.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa oleh Bank Indonesia pada Jumat (7/10). Made meramal, cadangan devisa per September 2016 akan membesar ketimbang posisi bulan sebelumnya akibat aliran dana repatriasi dari program amnesti pajak.
Secara teknikal, harga SUN masih bergulir pada area konsolidasi. Mulai terlihat sinyal awal tren penurunan harga SUN bertenor hingga 10 tahun. Oleh karena itu, Made menyarankan investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga obligasi negara.
Bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang dapat memanfaatkan momentum koreksi untuk kembali mengakumulasi SUN secara bertahap. Ini seiring mulai terbatasnya pasokan obligasi pemerintah di pasar perdana.
Pada kuartal IV 2016, pemerintah menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp 48,75 triliun dari tujuh kali lelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













