kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.043   43,00   0,24%
  • IDX 5.734   -207,20   -3,49%
  • KOMPAS100 756   -29,06   -3,70%
  • LQ45 571   -17,70   -3,00%
  • ISSI 199   -7,39   -3,59%
  • IDX30 324   -9,93   -2,97%
  • IDXHIDIV20 403   -9,59   -2,33%
  • IDX80 86   -3,08   -3,46%
  • IDXV30 110   -3,36   -2,96%
  • IDXQ30 105   -3,00   -2,78%

Harga SUN hari ini berpotensi tertekan


Jumat, 18 November 2016 / 12:51 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga surat utang negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan Jumat (18/11) berpeluang merosot.

Mengacu Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per Kamis (17/11), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,1% dibandingkan hari sebelumnya ke level 110,76.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra meramal, harga obligasi negara hari ini akan cenderung bergerak variatif dengan potensi koreksi. Pemicunya, kenaikan imbal hasil surat utang global merespons komentar Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen.

Pada perdagangan Kamis (17/11), imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun membesar dari semula 2,22% menjadi 2,32%. Yellen kemarin menuturkan bahwa kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menambahkan, kondisi cukup berbahaya apabila mereka menunda terlalu lama pengetatan kebijakan moneter tersebut.

Serupa, imbal hasil surat utang Inggris (Gilt) bertenor sama juga melaju dari posisi 1,38% menjadi 1,41%.

"Adapun imbal hasil surat utang Jerman (Bund) terlihat mengalami penurunan terbatas di level 0,292% setelah sempat turun hingga level 0,278% dari posisi penutupan sebelumnya di level 0,296%," pungkasnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×