kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak tersengat rencana pembatasan stimulus


Kamis, 22 Agustus 2013 / 06:10 WIB
ILUSTRASI. Mobil mewah keluaran Nissan di showroom di Yokohama, Jepang, 18 Desember 2014. REUTERS/Thomas Peter


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke level terendah dalam dua pekan setelah bank sentral Amerika Serikat alias The Federal Reserve mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan stimulus ekonomi tahun ini karena ekonomi membaik.

Harga minyak di pasar berjangka jatuh 1,2%. Pemerintah melaporkan, pasokan minyak mentah AS turun 1,43 juta barel. Penyebaran antara WTI dan minyak mentah Brent diperdagangkan di London melebar mendekati US $ 6 untuk pertama kalinya sejak Juni.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Oktober turun US$ 1,26 ke posisi US$ 103,85 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan penutupan terendah sejak 8 Agustus. Sedangkan volume berjangka yang diperdagangkan adalah 5,7% di bawah rata-rata 100 hari.

"Ini karena akan kekhawatiran pembatasan stimulus yang akan dilakukan," jelas Jason Schenker, presiden Prestige Economics LLC, di  Texas.

Sementara itu, penurunan harga minyak juga terjadi untuk minyak mentah Brent pengiriman bulan Oktober yang turun 34 sen, atau melemah 0,3%, dan berada di US$ 109,81 per barel di ICE Futures Europe exchange di London.

Sebagaimana diketahui, dalam risalah rapat The Federal Reserve alias The Fed pada akhir Juli lalu menunjukkan, anggota Komite Pasar Terbuka Federal seakan-akan menyetujui rencana Chairman Ben S. Bernanke untuk membatasi pembelian obligasi tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×