kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.959   32,00   0,18%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Harga Minyak Terkoreksi Kamis (15/10) Pagi, Kekhawatiran Pasokan Masih Membayangi


Kamis, 15 Oktober 2026 / 07:36 WIB
Harga Minyak Terkoreksi Kamis (15/10) Pagi, Kekhawatiran Pasokan Masih Membayangi
ILUSTRASI. Harga minyak terkoreksi tipis setelah naik tinggi kemarin di tengah meningkatnya serangan di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak. (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Kamis (15/10/2026) pagi. Pukul 07.26 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 94,59 per barel, turun 0,53% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 95,09 per barel.

Harga minyak terkoreksi tipis setelah naik tinggi kemarin, dan masih mempertahankan keuntungan di tengah meningkatnya serangan dari Rusia ke Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak.

Mengutip Bloomberg, sebuah kapal kargo tenggelam setelah dihantam proyektil saat melintasi Selat Hormuz. Sementara Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke Arab Saudi.

"Jika serangan baru terhadap infrastruktur minyak di timur tengah semakin mengganggu pasokan minyak di pasar fisik yang sudah sangat ketat, biaya energi dan inflasi akan semakin meningkat," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities seperti dikutip Bloomberg.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal Saham AKRA, MBMA, dan UNTR untuk Kamis (15/10)

Mengutip Reuters, aliran minyak Teluk, tidak termasuk Iran, melonjak pada bulan September hingga lebih dari 81% dari tingkat sebelum perang, data menunjukkan, dipimpin oleh pemulihan ekspor Saudi. Ekspor Iran turun menjadi nol karena blokade AS.

"Lebih banyak minyak mentah yang mencapai pasar internasional tidak selalu berarti lebih banyak minyak yang diproduksi," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen, dalam sebuah catatan seperti dilansir Reuters. 
"Sebagian dari pemulihan tersebut mencerminkan redistribusi barel yang tersedia, termasuk volume yang seharusnya memasok kilang regional."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×