kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak naik, begini efeknya bagi Bumi Resources (BUMI)


Rabu, 18 September 2019 / 18:25 WIB

Harga minyak naik, begini efeknya bagi Bumi Resources (BUMI)
ILUSTRASI. Paparan publik Bumi Resources


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga minyak dunia secara tidak langsung mendorong kenaikan harga batubara. Namun, salah satu emiten batubara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan, efek kenaikan harga minyak tak berdampak langsung pada bisnis perusahaan.

Direktur dan Corporate Secretary PT Bumi Resorces Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengatakan, kenaikan harga minyak hanya menjadi salah satu sentimen yang bisa menggerakkan harga batubara.

Baca Juga: Kemarau Berkepanjangan Mengerek Bisnis Kontraktor Batubara

Menurut Dileep, kenaikan harga minyak tidak berdampak langsung pada pergerakan harga batubara BUMI, namun dapat menjadi salah satu sentimen yang mendorong  naiknya harga batubara secara umum. Karena jika harga minyak melonjak, akan mendorong konsumen seperti pembangkit listrik untuk beralih dalam memilih bahan baku.

Menurut Head of Research Infovesta Wawan Hendrayana penguatan harga batubara terjadi seiring penguatan harga minyak karena batubara dianggap sebagai alternatif pilihan bahan bakar khususnya bagi pembangkit listrik tenaga uap.

“Pada dasarnya batubara adalah subtitusi dari minyak. Ketika minyak mahal, biasanya terutama untuk PLTU akan lebih tertarik untuk menggunakan batubara yang lebih murah. Jadi ini yang membuat harga minyak naik batubara juga akan ikut naik karena dianggap sebagai subtitusi yang akan dibeli oleh pengguna saat minyak naik,” tutur Wawan.

Sentimen lain yang juga dapat menjadi penggerak harga batubara menurut Dileep adalah sentimen musim dingin. Menurut Dileep berdasarkan data historis kenaikan permintaan batubara akan meningkat selama musim dingin sehingga dapat mendorong harga batubara untuk bergerak naik.

Baca Juga: Batubara mendapat berkah dari kenaikan harga minyak

Selain dapat menjadi sentimen penggerak harga batubara, kenaikan harga minyak di sisi lain juga dapat mempengaruhi biaya produksi emiten. 

BUMI contohnya yang 30% dari anggaran keuangannya dipergunakan untuk keperluan membeli minyak untuk keperluan produksi. BUMI saat ini masih terus memantau perkembangan terkini terkait adanya kenaikan harga minyak. 

Namun menurut Dileep, saat ini masih terlalu dini menilai dampak dari kenaikan harga minyak terhadap kinerja perusahaan.


Reporter: Irene Sugiharti
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan


Close [X]
×