kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Harga Minyak Mentah Turun Makin Dalam


Senin, 28 November 2022 / 19:25 WIB
ILUSTRASI. Dalam lima hari terakhir, harga minyak WTI turun 7,74%.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia turun semakin dalam. Berdasarkan data barchart.com, harga minyak WTI kontrak pengiriman dengan volume terbanyak, yakni Januari 2023 berada di level US$ 73,84 per barel pada Senin (28/11) pukul 18.05 WIB.

Dalam lima hari terakhir, harga minyak WTI turun 7,74%. Dalam sebulan terakhir, harga minyak WTI merosot lebih dari 13% dibanding level sebelumnya di sekitar US$ 86 per barel.

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, penurunan harga minyak mentah yang terjadi belakangan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap turunnya permintaan dari China akibat peningkatan kasus Covid-19 di negara tersebut. Kenaikan kasus ini membuat pemerintah memberlakukan lockdown yang pada akhirnya membatasi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sampai dengan akhir tahun 2022, perkembangan kasus Covid-19 di China serta kebijakan penanganannya masih akan menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan harga minyak mentah. Sikap OPEC+ dalam menyikapi penurunan harga minyak ini juga akan menjadi perhatian pasar.

Baca Juga: Ada Dampak Lanjutan Kenaikan Harga BBM, Inflasi November Diprediksi Capai 0,17%

Menurut Lukman, sangat besar kemungkinan OPEC+ akan kembali memangkas produksi apabila harga minyak mentah di bawah US$ 70 per barel. "Di harga itu pun, Amerika Serikat akan membeli banyak untuk mengisi cadangan strategis mereka yang turun besar setahun terakhir," kata Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (28/11).

Lukman memprediksi, harga minyak mentah di akhir 2022 idealnya ada di kisaran US$ 75-US$ 80 per barel. Sementara pada tahun 2023, harga minyak mentah diprediksi berada di rentang U$$ 70-US$ 80 per barel, cenderung tertekan tapi tidak jauh dari level sekarang.

Kebijakan zero-Covid di China, potensi perlambatan ekonomi global, dan perkembangan perang Rusia-Ukraina masih akan menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan harga minyak mentah. Selebihnya tergantung pada kebijakan produksi OPEC+.

"Saya memprediksi produksi OPEC+ tahun 2023 masih akan seimbang, yakni di kisaran 100 juta-101 juta barel per hari, kecuali kalau permintaan dari China ada penurunan besar akibat lockdown," ucap Lukman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×