kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.720   76,91   1,36%
  • KOMPAS100 740   12,02   1,65%
  • LQ45 561   7,45   1,35%
  • ISSI 199   2,41   1,23%
  • IDX30 318   3,56   1,13%
  • IDXHIDIV20 391   1,72   0,44%
  • IDX80 84   1,30   1,56%
  • IDXV30 107   -0,03   -0,03%
  • IDXQ30 102   0,71   0,69%

Harga minyak melesat, ini siasat Panca Budi (PBID) & Champion Pacific (IGAR)


Senin, 15 Maret 2021 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. Salah satu strategi Panca Budi (PBID) adalah diversifikasi bahan baku di tengah kenaikan harga minyak.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak makin tinggi. Pada Senin (15/3) pagi ini, harga minyak west texas intermediate (WTI) kontrak April 2021 sudah menembus US$ 66,30 per barel.

Menurut data Bloomberg, ini adalah harga tertinggi sejak Oktober 2018. Kenaikan harga minyak ini berpotensi menekan margin sejumlah emiten yang memiliki bahan baku minyak, misalnya emiten plastik kemasan.

Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) Lukman Hakim menilai, bahan baku bijih plastik yang dibutuhkan PBID dapat berasal dari gas, batubara, dan sebagainya. Artinya, PBID tidak hanya mengandalkan bahan baku yang diproduksi dari minyak mentah saja.

Sehingga kenaikan harga komoditas tersebut tidak berdampak banyak bagi operasional Panca Budi. “Kami juga bekerja sama dengan lebih dari 20 supplier petrokimia untuk mencari bahan baku yang lebih kompetitif,” ujar dia, Minggu (14/3).

Manajemen Panca Budi tetap fokus terhadap sejumlah strategi demi meningkatkan kinerja bisnis di tahun ini. Di antaranya adalah memperluas pangsa pasar dan jaringan distribusi, meningkatkan kualitas produk dan nilai merek produk, meningkatkan inovasi dan diversifikasi produk, melakukan efisiensi operasional, hingga penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: Harga minyak kompak menguat, Brent kembali mendekati US$ 70 per barel pada hari ini

Sementara itu, PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) mengaku bahwa kenaikan harga minyak dunia tidak berdampak terhadap harga plastik yang dibutuhkan perusahaan tersebut untuk membuat produk kemasan. IGAR pun selalu mencari solusi terbaik dengan para pelanggannya untuk mengantisipasi efek kenaikan harga komoditas tersebut.

“Hubungan kami dengan pelanggan cukup baik dan terbuka. Kami selalu win-win solution,” tutur Presiden Direktur IGAR Antonius Muhartoyo, Minggu (14/3).

Manajemen IGAR pun membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada tahun ini. Hal tersebut ditopang oleh penjualan kemasan di sektor farmasi yang menjadi spesialisasi IGAR.

Sebagai informasi, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent tengah mengalami tren kenaikan di mana keduanya berada di atas level US$ 60 per barel.

Baca Juga: Terkontraksi sejak awal tahun, begini rekomendasi saham barang konsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×