kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Harga minyak diproyeksikan naik hingga kuartal ketiga


Senin, 08 Maret 2021 / 21:04 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak Brent sempat mencapai US$ 71 per barel sebelum turun lagi.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah jenis Brent melesat hingga US$ 71 per barel. Hal ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2020, sebelum akhirnya turun lagi ke harga US$ 69,53 per barel.

Kenaikan ini juga diikuti oleh harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April yang mencapai US$ 67,69, atau naik sekitar 2,4%, yang kembali turun ke harga US$ 66,26.

Menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf, harga minyak mentah Brent diproyeksikan akan tetap naik. Selain karena pasokan, sejumlah bank seperti Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak akan tetap tinggi. "Perkiraan tetap dalam posisi naik, misalnya saja Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak Brent di kuartal ketiga naik menjadi US$ 75," kata Alwi.

Menurut Alwi, proyeksi peningkatan harga minyak mentah Brent akan ada hingga US$ 75 hingga pertengahan tahun. Dia pun memproyeksikan WTI naik mencapai US$72 di pertengahan tahun ini.

Baca Juga: Komitmen OPEC terus mengerek harga minyak

Alwi menambahkan, keseluruhan proyeksi harga minyak dari bank besar dunia pun naik. "Belum lagi adanya upaya peluncuran vaksin, yang diharapkan untuk pemulihan ekonomi. Jadi itu memungkinkan untuk jadi dorongan positif untuk harga minyak," imbuh Alwi.

Menurut dia, yang harus diwaspadai adalah para produsen minyak setelah April. Apakah Arab Saudi tetap komitmen dalam memangkas, atau mulai melonggarkan, mungkin ini bisa mengkoreksi harga minyak di April mendatang.

Akan tetapi, bila misalnya ekonomi pulih karena vaksinasi, ini merupakan koreksi yang sehat, karena ketika ekonomi pulih maka permintaan bahan bakar akan meningkat.

Baca Juga: Imbas serangan Houthi, harga minyak kompak menguat lebih dari 2% pada hari ini (8/3)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×