kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga minyak cenderung turun sejak awal pekan


Rabu, 30 Oktober 2019 / 07:33 WIB
Harga minyak cenderung turun sejak awal pekan
ILUSTRASI. Pompa minyak di Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. Rabu (30/10) pukul 7.14 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Desember 2019 berada di US$ 55,50 per barel.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak masih cenderung tertekan pada pertengahan pekan ini. Rabu (30/10) pukul 7.14 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 55,50 per barel, turun tipis dari US$ 55,54 per barel pada penutupan perdagangan kemarin.

Harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2019 turun ke US$ 61,55 per barel dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 61,59 per barel. Dalam tiga hari terakhir, harga minyak WTI dan brent bergerak cenderung stabil dengan kenaikan dan penurunan tipis.

Baca Juga: Harga CPO Naik, Industri Melirik Kredit premium

Persediaan produk olahan minyak menurun di Amerika Serikat (AS) pada dua pekan lalu. Perusahaan-perusahaan pengolahan minyak cenderung mengurangi aktivitas. Stok bensin turun 2,2 juta barel yang merupakan penurunan dalam lima pekan terakhir.

"Pasar minyak semakin khawatir dengan persediaan produk olahan minyak dan ini menopang harga," kata John Kilduff, partner Again Capital kepada Reuters

Dia menambahkan, perusahaan pengolahan minyak AS beroperasi dengan kapasitas sangat rendah akibat adanya pemeliharaan sejak September. Menurut data Energy Information Administration, kapasitas terpakai pengolahan minyak saat ini berada di sekitar 85%.

Baca Juga: Harga minyak dunia jatuh untuk hari kedua jelang rilis data pasokan AS

Brian Gilvary, Direktur Keuangan BP kemarin mengatakan bahwa harga minyak brent berada di keseimbangan pada US$ 60 per barel. Tapi dia memperkirakan bahwa harga akan turun akibat tensi perdagangan AS dan China.




TERBARU

Close [X]
×