kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Harga minyak berkonsolidasi di rentang sempit


Selasa, 16 April 2019 / 07:47 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkonsolidasi setelah kemarin turun dari kenaikan dua pekan berturut-turut. Selasa (16/4) pukul 7.33 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 63,53 per barel, naik 0,20% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 63,40 per barel.

Harga minyak brent untuk pengiriman Juni 2019 di ICE Futures berada di US$ 71,25 per barel, naik 0,10% dari posisi hari sebelumnya pada US$ 71,18 per barel.

Sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap dua produsen minyak anggota OPEC, yakni Iran dan Venezuela yang masih berlangsung hingga saat ini berpotensi mengurangi pasokan minyak global. Pasokan yang terbatas ini ditambah dengan konflik Libya yang juga makin menekan produksi minyak.

Akhir pekan lalu, menteri keuangan Rusia mengatakan bahwa OPEC+ bisa saja memutuskan untuk menambah produksi pada pertemuan Juni mendatang. Pernyataan inilah yang menyebabkan harga minyak kemarin sempat terkoreksi tajam.

"Perdagangan minyak pada hari Senin menunjukkan bahwa kenaikan pasar mulai mereda, tanpa mencapai harga tertinggi," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates dalam catatan yang dikutip Reuters.

Meski pernyataan Rusia masuk akal pada saat ini, Arab Saudi mungkin masih berat untuk berbalik arah dari pemangkasan yang selama ini menjaga harga minyak.

"Harga minyak akan bergerak di rentang sempit sekitar US$ 70 untuk saat ini," kata Virendra Chauhan, analis Energy Aspects di Singapura. Dia beralasan, masih ada ketidakjelasan volume produksi dari OPEC maupun Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×