kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.010   47,00   0,26%
  • IDX 5.801   105,92   1,86%
  • KOMPAS100 754   18,89   2,57%
  • LQ45 572   15,05   2,70%
  • ISSI 201   2,21   1,11%
  • IDX30 324   8,41   2,66%
  • IDXHIDIV20 398   9,17   2,36%
  • IDX80 86   2,13   2,56%
  • IDXV30 108   1,63   1,53%
  • IDXQ30 104   2,26   2,22%

Harga komoditas terjungkal, harga CPO ikut mengekor


Jumat, 06 Mei 2011 / 12:29 WIB
ILUSTRASI. Bitcoin. REUTERS/Tyrone Siu/File Photo


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Kontrak harga crude palm oil (CPO) sudah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Anjloknya harga CPO mengikuti penurunan harga komoditas yang mengalami penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir.

Asal tahu saja, pagi tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran Juli di Malaysia Derivatives Exchange turun 1,8% menjadi 3.170 ringgit atau US$ 1.057 per metrik ton. Ini merupakan yang terendah sejak 24 Maret lalu. Pada pukul 11.42 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di posisi 3.193 ringgit.

"Adanya kenaikan suku bunga akan mendorong penguatan ringgit. Hal itu akan berdampak negatif pada pasar CPO," jelas Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte. Dia menambahkan, saat ini pasar juga cemas akan pengetatan kebijakan di sejumlah negara Asia yang dapat memangkas permintaan CPO dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×