kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga komoditas membebani aussie


Selasa, 13 Januari 2015 / 07:02 WIB
ILUSTRASI. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berfokus memaksimalkan tingkat utilisasi armada


Reporter: Namira Daufina, Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Mata uang dollar Australia (AUD) masih bergerak lemah. Harga komoditas yang rendah masih membebani kinerja mata uang ini. Selain itu, sejumlah rilis data ekonomi Australia memberikan hasil di bawah ekspektasi pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (12/1) pukul 17.06 WIB, AUD versus JPY menguat tipis 0,09% dari hari sebelumnya menjadi 97,291. Namun, EUR/AUD naik 0,19% menjadi 1,4543. AUD/USD juga terkoreksi 0,54% ke level 0,8160.

Analis PT Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menilai, penguatan tipis AUD/JPY sebenarnya tidak bisa dijadikan indikasi pembalikan tren positif pairing ini. Penguatan AUD/JPY sejatinya masih masuk dalam rentang konsolidasi. AUD kemungkinan akan mulai lincah bergerak jika data tenaga kerja Australia, yang akan dirilis Kamis (15/1) mendatang, menunjukkan perbaikan.

"Namun, ekspektasi sejumlah pihak justru data tenaga kerja Aussie akan turun," terang Wahyu.

Di sisi lain, AUD masih tertekan rendahnya harga komoditas yang menjadi andalan ekspor Australia Pada awal tahun ini, belum ada sinyal harga komoditas rebound. Ini membuat pairing AUD/JPY bakal sideways dalam jangka pendek.

Pada pasangan EUR/AUD, Ariston Tjendra, Head of Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, menilai, data home loans yang buruk menekan laju AUD. Pasar perumahan Australia November minus 0,7% jauh di bawah prediksi, tumbuh 1,8%. “Anjloknya harga komoditas juga menekan AUD,” ujar Ariston.

Sementara, pada pasangan AUD/USD, menurut Gema Goeryadi, Chief Investment Strategist Astronacci International, penguatan USD didukung oleh beberapa data ekonomi yang membaik, seperti data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang naik sehingga tingkat pengangguran turun. "AUD/USD dalam kondisi konsolidasi untuk kembali melemah hingga 0,8000 di minggu ini," ungkap Gema.

Namun, ada momentum rebound saat siklus mercury retrograde pada 22 Januari-6 Februari 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×