kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Harga Emas Tergelincir ke Level Terendah Hampir Dua Pekan


Rabu, 24 Juni 2026 / 19:01 WIB
Harga Emas Tergelincir ke Level Terendah Hampir Dua Pekan
ILUSTRASI. Emas batangan (Sven Simon/IMAGO via REUTERS). Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut dan menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan.

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menjadi faktor utama yang menekan logam mulia tersebut.

Harga emas spot turun 1,4% menjadi US$ 4.049,44 per ons pada pukul 11.10 GMT, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak 11 Juni.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus merosot hampir 2% ke level US$ 4.066,70 per ons.

Tekanan terhadap emas semakin besar seiring reli dolar AS yang berlanjut hingga mencapai posisi tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 18.000 Jadi Rp 2.655.000 Per Gram, Rabu (24/6)

Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar, sehingga mengurangi daya tarik permintaan global.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan bahwa penguatan dolar AS masih menjadi hambatan utama bagi kenaikan harga emas.

Di sisi lain, permintaan investasi juga dinilai belum cukup kuat, tercermin dari kepemilikan dana berbasis emas (ETF) yang masih lesu.

Sentimen pasar juga berubah drastis setelah pertemuan kebijakan The Fed pekan lalu.

Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan akan ada tiga kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini, jauh lebih agresif dibandingkan ekspektasi sebelumnya yang hanya memperkirakan satu kali kenaikan.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi kabar buruk bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya. Sejak pertemuan The Fed pekan lalu, harga emas tercatat sudah turun lebih dari 4%.

Meski demikian, Staunovo menilai level harga saat ini berpotensi mendorong pembelian oleh bank sentral yang masih cukup stabil.

Namun, kekhawatiran The Fed terhadap inflasi yang belum sepenuhnya mereda diperkirakan akan membatasi minat investasi dan menjaga risiko penurunan harga emas dalam jangka pendek.

Baca Juga: Harga Emas Turun pada Rabu (24/6) Pagi, Dipicu Aksi Jual di Pasar Keuangan

Pelaku pasar kini menanti rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Kamis (25/6), yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter AS berikutnya.

Sejalan dengan meningkatnya tekanan pasar, analis ING memangkas proyeksi harga emas mereka. ING kini memperkirakan harga emas rata-rata berada di level US$ 4.300 per ons pada kuartal III 2026 dan US$ 4.600 per ons pada kuartal IV 2026.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang masing-masing mencapai US$ 4.850 dan US$ 5.000 per ons.

Dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu.

Namun, Teheran membantah adanya kesepakatan tersebut, sehingga memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan perdamaian yang masih rapuh di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Emas Antam 22 Juni 2026 Stagnan, Spread Rp 267.000 per Gram

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak spot turun 2,5% menjadi US$ 60,45 per ons, platinum melemah 2,2% ke US$ 1.615,28 per ons, sedangkan paladium terkoreksi 2,9% menjadi US$ 1.202,07 per ons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×