kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$1.807,57 pada Kamis (29/12) Pagi


Kamis, 29 Desember 2022 / 10:56 WIB
Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$1.807,57 pada Kamis (29/12) Pagi
ILUSTRASI. Emas batangan


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot naik pada hari Kamis (29/12). Setelah dolar AS dan imbal hasil Treasury melemah, dengan pelaku pasar menunggu indikasi baru pada rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$1.807,57 per ons troi pada pukul 03.03 GMT, setelah turun 1% pada sesi terakhir. Sedangkan, harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi US$1.814,30.

Indeks dolar tergelincir 0,2%. Greenback yang lebih lemah membuat bullion lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Benchmark imbal hasil US Treasury 10 tahun turun setelah mencapai tertinggi enam minggu di sesi sebelumnya.

Pedagang akan memindai angka klaim pengangguran AS mingguan yang jatuh tempo pada 1330 GMT, untuk kemungkinan pengaruhnya terhadap strategi kenaikan suku bunga The Fed.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 ke Rp 1.012.000 Per Gram, Kamis (29/12)

"Data pengangguran akan menjadi penting. Jika menunjukkan peningkatan klaim, maka itu akan melemahkan dolar dan mendukung emas," kata Ajay Kedia, direktur Kedia Commodities, Mumbai.

Bullion berada di jalur penurunan tahunan sekitar 1% yang ditekan oleh kenaikan suku bunga AS yang agresif. Namun, harga telah naik hampir US$200 dari level terendah lebih dari dua tahun pada bulan September di tengah harapan bahwa bank sentral AS dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga.

The Fed memperlambat laju kenaikan suku bunga menjadi 50 basis poin (bps) pada bulan Desember setelah empat kenaikan berturut-turut masing-masing 75 bps. Sementara Ketua The Fed Jerome Powell telah menekankan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi untuk sementara waktu melawan inflasi.

Suku bunga yang lebih tinggi meredupkan daya tarik anti-inflasi emas dan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset karena tidak membayar bunga.

"Pada tahun 2022, emas telah dihargai dalam kenaikan suku bunga. Pada tahun 2023, emas akan didukung dengan baik oleh ketegangan geopolitik, kesengsaraan resesi, dan pembelian bank sentral," tambah Kedia.

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun 1% karena Penguatan Dolar AS dan Yield US Treasury

"ETF emas (exchange traded fund) juga mulai naik."

Di tempat lain, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$23,57, platinum naik 0,3% menjadi US$1.010,67, dan paladium naik 0,2% menjadi US$1.786,97.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×