kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas menguat jelang rilis inflasi AS


Jumat, 13 Oktober 2017 / 07:41 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga komoditas emas mendaki di pasar Amerika, Kamis (12/10), jelang rilis tingkat inflasi Paman Sam.

Mengutip Bloomberg, harga emas berjangka di Comex-AS naik 0,54% menjadi US$ 1.295,90 per ons troi. Logam mulia mengambil keuntungan dari pelemahan dollar AS.

Indeks dollar mendekati level terendah sejak 26 September di tengah antisipasi inflasi AS yang akan dirilis Jumat. Data inflasi diharapkan memberi lebih banyak petunjuk mengenai kebijakan moneter The Fed.

Sebelumnya, risalah pertemuan The Fed bulan September menunjukkan para pembuat kebijakan memiliki perdebatan yang berkepanjangan tentang prospek kenaikan inflasi. Beberapa pembuat kebijakan mengatakan bahwa mereka akan fokus pada data inflasi selama beberapa bulan ke depan untuk menentukan arah kenaikan suku bunga di masa depan.

"Jika inflasi naik lebih dari yang diperkirakan atau setidaknya memenuhi harapan, bisa mendukung dollar yang bisa merusak laju emas," kata Fawad Razaqzada, analis FOREX.com. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, karena ini cenderung mendongkrak dollar.

Di sisi lain, ketidakpastian politik dan konflik sejatinya mendukung emas. "Jika orang tidak terlalu khawatir dengan kebijakan The Fed, ada sentimen Korea Utara. Tentunya, ketegangan geopolitik mendukung, emas bisa mencoba level US$ 1.300 pekan depan," kata Yuichi Ikemizu, Manajer CIBC Standard Bank cabang Tokyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×