kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Harga emas kembali menguat, seiring penurunan imbal hasil US Treasury


Rabu, 13 Januari 2021 / 08:01 WIB
Harga emas kembali menguat, seiring penurunan imbal hasil US Treasury
ILUSTRASI. Harga emas batangan. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas rebound setelah melemah kemarin. Rabu (13/1) pukul 07.50 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.858,50 per ons troi, naik 0,77% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.844,20 per ons troi.

Kenaikan harga emas seiring dengan penurunan imbal hasil US Treasury dan pelemahan dolar AS. Selain itu, prospek inflasi yang lebih tinggi imbas banyaknya stimulus fiskal akan mendukung permintaan emas sebagai safe haven kembali meningkat.

"Kesediaan investor untuk membeli utang AS meningkatkan kepercayaan pada aset AS karena saham menguat dan dolar tergelincir, keduanya membantu emas sedikit menguat," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO seperti dikutip Reuters.

Indeks dolar tergelincir 0,3% terhadap para pesaingnya, sementara imbal hasil treasury AS 10-tahun turun ke sesi terendah 1,146% setelah kenaikan yang kuat.

Baca Juga: Bursa saham Asia tergelincir, harga emas terus mendaki

“Akan ada paket stimulus besar yang harus mendukung pasar emas, tidak hanya dapat merangsang permintaan tetapi juga mendorong ide-ide dari beberapa masalah inflasi harga,” kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan orang Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan ekonomi dari pandemi Covid-19 dan bahwa dia akan menyampaikan rencana yang menelan biaya triliunan dolar.

Emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas. 

Namun, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah menantang status itu baru-baru ini karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara emas masih rentan dalam jangka pendek terhadap kenaikan dolar dan imbal hasil, "gambaran makro masih positif untuk emas," kata Nicholas Frappell, manajer umum global di ABC Bullion.

Selanjutnya: Harga komoditas energi hingga logam atraktif pekan ini, simak rekomendasi sahamnya

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×