kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Cermati Pemicunya


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 06:15 WIB
Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Cermati Pemicunya
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas (REUTERS/Arko Datta)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia menguat selama dua hari berturut-turut hingga Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada awal pekan.

Kenaikan ini didorong aksi beli saat harga murah (bargain hunting), sementara pelaku pasar mencermati prospek kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 1,5% menjadi US$ 4.194,36 per ons pada pukul 15.29 waktu setempat. Dengan penguatan tersebut, emas menuju kenaikan sekitar 1,3% sepanjang pekan ini.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 1,4% dan ditutup di level US$ 4.216,30 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Lebih dari 1% Senin (27/7) Pagi, Setelah Harga Minyak Anjlok

Sebelumnya, harga emas merosot ke level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026), tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kedua faktor tersebut membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Kepala Analisis Pasar StoneX Rhona O'Connell mengatakan, kenaikan harga emas kali ini terutama ditopang aksi beli setelah koreksi tajam. Menurut dia, area US$ 4.000 per ons mulai menjadi level penopang harga.

Meski demikian, ruang kenaikan emas masih menghadapi tantangan dari prospek kebijakan moneter AS.

Presiden Federal Reserve (The Fed) St. Louis Alberto Musalem pada Kamis (8/10/2026) mengatakan, bank sentral AS perlu kembali menaikkan suku bunga untuk membawa inflasi ke target 2%.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mencapai 19%. Sementara itu, probabilitas kenaikan setidaknya 25 basis poin hingga Desember mencapai 84%.

Kenaikan suku bunga berpotensi menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga.

Sebaliknya, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun telah turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade yang tercatat pada Rabu, sehingga memberi ruang bagi pemulihan harga emas. 

Kepala Analis Pasar Bybit Han Tan menilai, rilis data inflasi AS pada pekan depan dapat menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.

Jika inflasi tetap tinggi dan mendorong The Fed menaikkan suku bunga lebih agresif, harga emas berpotensi kembali menguji level psikologis US$ 4.000 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Lebih dari 1% pada Rabu (6/5) Pagi, di Tengah Pelemahan Dolar

Di sisi permintaan fisik, pembelian emas di India melambat pada pekan ini seiring kenaikan harga. Aktivitas perdagangan emas di China, sebagai salah satu konsumen utama dunia, juga relatif lesu selama periode perdagangan yang lebih pendek akibat libur.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya turut menguat pada Jumat. Harga perak di pasar spot naik 2,4% menjadi US$ 60,77 per ons, platinum melonjak 3,1% ke US$ 1.685,64 per ons, dan paladium menguat 2,1% menjadi US$ 1.146,39 per ons.

Meski naik pada hari tersebut, platinum dan paladium masih berada di jalur penurunan mingguan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×